Ilustrasi. FOTO: AFP
Ilustrasi. FOTO: AFP

Ada Harapan Paket Stimulus Baru di AS Bikin Wall Street Merekah

Ekonomi Wall Street
Angga Bratadharma • 29 September 2020 07:34
New York: Bursa saham Amerika Serikat (AS) ditutup lebih tinggi pada akhir perdagangan Senin waktu setempat (Selasa WIB). Penguatan terjadi karena sentimen pasar terangkat oleh harapan terkait kesepakatan paket baru bantuan virus korona.
 
Mengutip Xinhua, Selasa, 29 September 2020, indeks Dow Jones Industrial Average melonjak 410,10 poin atau 1,51 persen menjadi 27.584,06. Sedangkan S&P 500 naik 53,14 poin atau 1,61 persen menjadi 3.351,60. Indeks Komposit Nasdaq menguat 203,96 poin atau 1,87 persen menjadi 11.117,53.
 
Semua 11 sektor utama S&P 500 ditutup lebih tinggi, dengan sektor energi dan keuangan masing-masing naik 2,33 persen dan 2,27 persen, memimpin kenaikan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Perusahaan Tiongkok yang terdaftar di AS sebagian besar diperdagangkan lebih tinggi, dengan sembilan dari 10 saham teratas berdasarkan bobot dalam indeks 50 Tiongkok yang terdaftar di S&P AS mengakhiri hari dengan catatan optimistis.
 
Penguatan di Wall Street terjadi setelah Ketua DPR AS Nancy Pelosi mengatakan bahwa rencana stimulus covid-19 lainnya masih dimungkinkan, karena anggota parlemen dari Partai Demokrat berusaha untuk terus maju dalam paket bantuan senilai sekitar USD2,4 triliun.
 
DPR dari Demokrat meluncurkan proposal bantuan USD3 triliun pada Mei, tapi tidak mendapat dukungan dari Partai Republik. Senat Partai Republik mengajukan paket USD1 triliun pada akhir Juli tapi juga mengalami kegagalan. Baru-baru ini, Pelosi menegaskan bahwa Demokrat tidak akan menerima paket apapun yang lebih rendah dari USD2,2 triliun.
 
Sementara itu, lebih dari 7,1 juta kasus covid-19 yang dikonfirmasi telah dilaporkan di Amerika Serikat dengan hampir 205 ribu kematian pada Senin sore, menurut penghitungan oleh Universitas Johns Hopkins. Untuk pekan yang berakhir Jumat, Dow turun 1,75 persen, dan S&P 500 merosot 0,63 persen, sedangkan Nasdaq rebound 1,11 persen.
 
Di sisi lain, Ketua Federal Reserve AS Jerome Powell mengatakan kurangnya dukungan fiskal dari Pemerintah Amerika Serikat akan menimbulkan risiko penurunan ekonomi AS. Kondisi itu tentu sangat disayangkan mengingat AS mulai pulih dari resesi yang disebabkan covid-19.
 
"Sementara kinerja ekonomi telah melakukan (akselerasi) lebih baik dari yang diharapkan, saya pikir ada risiko penurunan jika tidak ada dukungan fiskal lebih lanjut," kata Powell, di depan Komite Perbankan Senat.
 
Powell menambahkan ada sekitar 11 juta orang Amerika Serikat yang kehilangan pekerjaan selama pandemi dan orang-orang itu dapat menghabiskan uang sekarang ini karena bantuan dari pemerintah seperti kebijakan peningkatan asuransi pengangguran.
 
(ABD)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif