Ilustrasi. FOTO: AFP
Ilustrasi. FOTO: AFP

Ketidakpastian Pilpres AS Dorong Emas Dunia Kinclong

Ekonomi Harga Emas ekonomi dunia
Antara • 24 Oktober 2020 08:45
Chicago: Emas sedikit lebih tinggi pada akhir perdagangan Jumat waktu setempat (Sabtu WIB). Emas rebound tipis dari penurunan tajam sehari sebelumnya. Kondisi itu ditopang dolar AS yang melemah terhadap sejumlah mata uang utama lainnya dan kesepakatan stimulus baru AS sebelum Pemilihan Presiden (Pilpres) 3 November yang tetap tidak pasti.
 
Mengutip Antara, Sabtu, 24 Oktober 2020, kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember di divisi Comex New York Exchange, naik tipis hanya USD0,6 atau 0,03 persen menjadi USD1.905,20 per ons. Emas berjangka turun untuk minggu kedua berturut-turut, kurang dari 0,1 persen.
 
Pada Kamis, 22 Oktober, emas berjangka turun tajam USD24,9 atau 1,29 persen menjadi USD1.904,60. Sebelumnya bertambah USD14,1 atau 0,74 persen menjadi USD1.929,50 pada Rabu, 21 Oktober. Serta naik USD3,7 atau 0,19 persen menjadi USD1.915,40 pada Selasa, 20 Oktober.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Pergerakan emas benar-benar mencerminkan dolar pada saat ini. Emas berada dalam kisaran bergolak USD1.890-USD1.930 dengan setiap penurunan ke dasar naik kembali," kata Kepala Perdagangan Derivatif Logam Dasar dan Mulia BMO Tai Wong.
 
"Lonjakan awal emas (dan dolar sedikit lebih rendah) disebabkan oleh hasil debat presiden terakhir yang tidak mungkin membuat perbedaan dalam hasil pemilihan, dengan (kandidat Demokrat Joe) Biden dengan nyaman berada di depan," tambahnya.
 
Lebih dari 50 juta orang Amerika telah memberikan suara dengan 11 hari tersisa dalam kampanye. Emas juga mendapat dukungan karena dolar AS sedikit menurun pada Jumat waktu setempat (Sabtu WIB) dan diperkirakan indeks dolar turun sekitar satu persen selama pekan ini, membuatnya lebih murah bagi pemegang mata uang lainnya.
 
"Emas masih terjebak di seputar stimulus. Optimisme stimulus memudar setelah Direktur Dewan Ekonomi Nasional (Larry) Kudlow mencatat bahwa negosiasi masih memiliki ketidaksepakatan kebijakan dan numerik," kata Analis Pasar Senior OANDA Edward Moya, dalam sebuah catatan.
 
Data ekonomi yang positif mengurangi emas, mencegahnya naik lebih tinggi. Data Indeks Manajer Pembelian (PMI) manufaktur IHS Markit berada di 53,3 pada Oktober, naik dari 53,2 pada September dan tertinggi dalam 21 bulan.
 
Emas telah naik lebih dari 25 persen sepanjang tahun ini mengingat statusnya sebagai lindung nilai inflasi di tengah stimulus yang belum pernah terjadi sebelumnya di seluruh dunia didorong pandemi covid-19
 
"Nasib emas akan ditentukan pada Hari Pemilu, gelombang biru (Demokrat) menandakan stimulus besar dan menyambut USD2.000, sementara kemenangan Trump dengan Republikan mempertahankan Senat menunjukkan kenaikan yang lebih lambat," kata Moya.
 
Kudlow mengatakan pembicaraan tentang kemungkinan kesepakatan bantuan sedang berlangsung tetapi perbedaan kebijakan yang lebih besar dengan Demokrat tidak mungkin diselesaikan dengan pemilihan kurang dari dua minggu lagi.
 
Adapun logam lainnya, perak untuk pengiriman Desember turun sebanyak 3,4 sen atau 0,14 persen menjadi USD24,675 per ons. Sedangkan platinum untuk pengiriman Januari naik sebanyak USD22,7 atau 2,57 persen menjadi USD906,7 per ons.

 
(ABD)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif