Ilustrasi. Foto ; AFP.
Ilustrasi. Foto ; AFP.

Utang Global Capai Rekor USD277 Triliun pada 2020

Ekonomi ekonomi global pandemi covid-19
Arif Wicaksono • 19 November 2020 21:13
New York: Institute of International Finance (IIF) mencatat utang global diperkirakan akan melonjak ke rekor USD277 triliun pada akhir tahun. Hal ini dikarenakan pemerintah dan perusahaan terus mengeluarkan uang dalam menghadapi pandemi covid-19.
 
IIF, yang anggotanya mencakup lebih dari 400 bank dan lembaga keuangan di seluruh dunia, mengatakan utang telah membengkak sebesar USD15 triliun tahun ini menjadi USD272 triliun hingga September. Kebanyakan dari negara maju menyumbang hampir setengah dari kenaikan tersebut.
 
Utang pasar negara berkembang secara keseluruhan melonjak menjadi 432 persen dari PDB pada kuartal ketiga, dari rasio sekitar 380 persen pada akhir 2019. Utang pasar negara berkembang terhadap PDB mencapai hampir 250 persen pada kuartal ketiga. Sementara Tiongkok mencapai 335 persen, dan untuk tahun ini rasio tersebut diharapkan mencapai sekitar 365 persen dari PDB global.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Ada ketidakpastian yang signifikan tentang bagaimana ekonomi global dapat mengurangi leverage di masa depan tanpa implikasi merugikan yang signifikan bagi aktivitas ekonomi," kata IIF dikutip dari Channel News Asia, Kamis, 19 November 2020.
 
Menurut laporan IIF, total utang AS berada di jalur yang tepat dengan mencapai USD80 triliun pada 2020. Angka ini naik dari USD71 triliun pada 2019. Di kawasan Euro, utang naik sebesar USD1,5 triliun menjadi USD53 triliun hingga September.
 
Di antara negara berkembang, Lebanon, Tiongkok, Malaysia, dan Turki telah mengalami peningkatan terbesar dalam rasio utang sektor non-keuangan sepanjang tahun ini. Penurunan pendapatan pemerintah pasar berkembang telah membuat pembayaran utang jauh lebih berat, bahkan di tengah rekor biaya pinjaman yang rendah di seluruh dunia.
 
"Hingga akhir tahun depan, sekitar USD7 triliun obligasi pasar berkembang dan pinjaman sindikasi akan jatuh tempo, sekitar 15 persen di antaranya dalam mata uang dolar AS," kata IIF.
 
Pejabat dari G20 bulan lalu setuju untuk memperpanjang pembekuan Debt Service Suspension Initiative (DSSI) pada pembayaran utang bilateral resmi hingga paruh pertama 2021. Mereka mengatakan akan mempertimbangkan perpanjangan enam bulan lagi pada April.
 
Menurut perkiraan dari Dana Moneter Internasional (IMF), ekonomi global diperkirakan menyusut 4,4 persen tahun ini dan meningkat 5,2 persen pada 2021. Hal ini karena penguncian yang dipicu pandemi dan pembatasan perjalanan membebani produksi ekonomi.
 
(SAW)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif