Ilustrasi. FOTO: AFP
Ilustrasi. FOTO: AFP

Emas Dunia Merekah

Ekonomi Harga Emas ekonomi dunia
Angga Bratadharma • 31 Oktober 2020 09:01
Chicago: Emas berjangka di divisi Comex New York Mercantile Exchange menguat pada akhir perdagangan Jumat waktu setempat (Sabtu WIB), karena penguatan teknis mendukung logam mulia. Emas mendapat dukungan tambahan karena indeks pasar saham utama AS turun.
 
Mengutip Xinhua, Sabtu, 31 Oktober 2020, kontrak emas teraktif untuk pengiriman Desember naik USD11,9 atau 0,64 persen menjadi USD1.879,9 per ons. Emas mencapai keadaan oversold pada Kamis waktu setempat dan memantul kembali pada Jumat waktu setempat untuk menutup semua kerugiannya pada sesi sebelumnya.
 
Angka ekonomi positif yang dirilis pada Jumat waktu setempat (Sabtu WIB) agak membatasi kenaikan harga emas. Departemen Perdagangan AS melaporkan bahwa belanja konsumen di Amerika Serikat naik 1,4 persen pada September.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sedangkan indeks sentimen konsumen dari University of Michigan naik tipis ke level 81,8 di Oktober dari 81,2 awal. Investor umumnya bullish pada emas karena mereka tetap mengkhawatirkan terciptanya rekor baru kasus covid-19 di Amerika Serikat dan Eropa, bersama dengan implikasi dari stimulus ekonomi.
 
Perak untuk pengiriman Desember naik sebanyak 28,6 sen atau 1,22 persen menjadi USD23,646 per ons. Kemudian platinum untuk pengiriman Januari turun sebanyak USD1,1 atau 0,13 persen menjadi USD848,4 per ons.
 
Di sisi lain, bursa saham Amerika Serikat ditutup lebih rendah pada akhir perdagangan Jumat waktu setempat (Sabtu WIB), karena penurunan tajam di sektor teknologi membebani pasar. Investor juga masih khawatir dengan lonjakan tajam kasus covid-19 karena berimplikasi terhadap perekonomian.
 
Indeks Dow Jones Industrial Average turun 157,51 poin atau 0,59 persen menjadi 26.501,60. Kemudian S&P 500 turun sebanyak 40,15 poin atau 1,21 persen menjadi 3.269,96. Sedangkan indeks Komposit Nasdaq merosot 274,00 poin atau 2,45 persen menjadi 10.911,59.
 
Sebanyak sembilan dari 11 sektor utama S&P 500 bergerak lebih rendah, dengan sektor konsumen dan teknologi turun masing-masing tiga persen dan 2,44 persen, memimpin pelemahan. Saham Apple turun 5,6 persen setelah perusahaan melaporkan penurunan penjualan iPhone di kuartal III-2020 dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya.
 
(ABD)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif