Presiden AS Joe Biden. FOTO: AFP/MANDEL NGAN
Presiden AS Joe Biden. FOTO: AFP/MANDEL NGAN

Biden Dukung Rencana The Fed untuk Kurangi Stimulus dan Perangi Inflasi

Ekonomi Ekonomi Amerika The Fed joe biden Tapering Inflasi AS
Angga Bratadharma • 26 Januari 2022 10:03
Washington: Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden memberi dukungan terhadap rencana Federal Reserve untuk mengurangi stimulus moneter dan memerangi inflasi yang melonjak ke level tertinggi hampir 40 tahun di bulan lalu. Kebijakan tersebut diharapkan positif terhadap laju perekonomian di masa mendatang.
 
"Covid-19 telah menciptakan banyak komplikasi ekonomi, termasuk kenaikan harga yang cepat di seluruh ekonomi dunia. Pekerjaan penting dalam memastikan bahwa kenaikan harga tidak mengakar terletak pada Federal Reserve, yang memiliki mandat ganda, lapangan kerja penuh, dan harga stabil," kata Biden, dilansir dari Xinhua, Rabu, 26 Januari 2022.
 
Biden menambahkan The Fed memberikan dukungan moneter yang luar biasa selama krisis untuk setengah tahun sebelumnya. "Mengingat kekuatan ekonomi kita dan laju kenaikan harga baru-baru ini, itu tepat karena Ketua Fed (Jerome) Powell telah mengindikasikan untuk mengkalibrasi ulang dukungan yang sekarang diperlukan," tuturnya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dia mengaku menghormati independensi dari bank sentral AS. Biden juga mengatakan hal terbaik yang dapat dilakukan Gedung Putih dan Kongres untuk mengatasi harga tinggi adalah ekonomi yang lebih produktif dengan kapasitas lebih besar guna mengirimkan barang dan jasa kepada rakyat Amerika.
 
The Fed berada di jalur untuk menyelesaikan program pembelian asetnya pada pertengahan Maret 2022 karena keluar dari kebijakan moneter ultra-longgar yang diberlakukan pada awal pandemi.
 
Proyeksi suku bunga rata-rata pejabat Fed yang dirilis pada pertengahan Desember menunjukkan bahwa bank sentral AS dapat menaikkan suku bunga tiga kali tahun ini, naik dari hanya satu kenaikan suku bunga yang diproyeksikan pada September.
 
Powell mengatakan pekan lalu bahwa bank sentral AS harus menaikkan suku bunga lebih banyak jika inflasi tetap tinggi. "Jika kita melihat inflasi bertahan pada tingkat tinggi lebih lama dari yang diharapkan, jika kita harus menaikkan suku bunga lebih dari waktu ke waktu, kita akan melakukannya," kata Powell.
 
Sebagai informasi, Indeks Harga Konsumen (IHK) melonjak sebanyak tujuh persen pada Desember 2021 dibandingkan dengan tahun sebelumnya, kenaikan 12 bulan terbesar sejak Juni 1982, menurut catatan Departemen Tenaga Kerja AS.
 
(ABD)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif