Ilustrasi. FOTO: AFP/MOHD RASFAN
Ilustrasi. FOTO: AFP/MOHD RASFAN

Dolar AS Tertekan

Ekonomi dolar as
Angga Bratadharma • 21 Mei 2020 11:01
New York: Kurs dolar Amerika Serikat (USD) melemah pada akhir perdagangan Rabu waktu setempat (Kamis WIB), karena pelaku pasar mencerna risalah dari pertemuan kebijakan terbaru Federal Reserve. Adapun risalah yang dirilis Fed dalam pertemuan April menunjukkan keprihatinan mendalam tentang ekonomi Amerika Serikat (AS).
 
Mengutip Xinhua, Kamis, 21 Mei 2020, indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, turun 0,26 persen pada 99,1250. Pada akhir perdagangan New York, euro naik menjadi USD1,0984 dari USD1,0945 pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris turun menjadi USD1,2230 dibandingkan dengan USD1,2281 pada sesi sebelumnya.
 
Dolar Australia naik menjadi USD0,6600 dibandingkan dengan USD0,6567. Dolar AS membeli 107,48 yen Jepang, lebih rendah dibandingkan dengan 107,72 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS turun menjadi 0,9647 franc Swiss dibandingkan dengan 0,9709 franc Swiss, dan naik menjadi 1,3891 dolar Kanada dibandingkan dengan 1,3886 dolar Kanada.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Para peserta menilai bahwa dampak dari wabah virus korona dan krisis kesehatan masyarakat yang sedang berlangsung akan terus membebani aktivitas ekonomi, pekerjaan, dan inflasi dalam waktu dekat dan akan menimbulkan risiko yang besar terhadap prospek ekonomi dalam jangka menengah," kata risalah Fed.
 
Euro mempertahankan kekuatan setelah Prancis dan Jerman bersama-sama mengusulkan agar Komisi Eropa meminjam uang di pasar modal atas nama Uni Eropa dan menciptakan dana pemulihan untuk membantu ekonomi dan wilayah Eropa yang terpukul virus korona.
 
Di sisi lain, bursa saham Amerika Serikat berakhir lebih tinggi pada akhir perdagangan Rabu waktu setempat (Kamis WIB), didukung oleh kenaikan kuat di sektor energi. Meski demikian, investor masih dibayangi oleh pandemi covid-19 yang terus memberikan tekanan dan sedang dicarikan vaksinya oleh para peneliti.
 
Indeks Dow Jones Industrial Average naik sebanyak 369,04 poin atau 1,52 persen menjadi 24.575,90. Sedangkan S&P 500 naik 48,67 poin atau 1,67 persen menjadi 2.971,61. Indeks Komposit Nasdaq meningkat 190,67 poin atau 2,08 persen menjadi 9.375,78.
 
Saham raksasa energi AS, Chevron dan Exxon Mobil masing-masing naik 3,77 persen dan 3,25 persen, berkontribusi ke pasar saham. Sektor energi S&P 500 ditutup naik 3,82 persen, kelompok dengan kinerja terbaik. Adapun Wall Street mencerna risalah rapat terbaru dari bank sentral AS.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif