Ilustrasi. FOTO: AFP
Ilustrasi. FOTO: AFP

Bursa Saham AS Menghijau

Ekonomi wall street
Angga Bratadharma • 04 Juni 2020 07:06
New York: Bursa saham Amerika Serikat (AS) berakhir lebih tinggi pada akhir perdagangan Rabu waktu setempat (Kamis WIB), karena para investor mempelajari rilis data ekonomi. Meski demikian, pandemi covid-19 yang belum mereda di AS masih menjadi katalis negatif yang membuat bursa saham Wall Street tidak bisa melesat signifikan.
 
Mengutip Xinhua, Kamis, 4 Juni 2020, indeks Dow Jones Industrial Average melonjak sebanyak 527,24 poin atau 2,05 persen menjadi 26.269,89. Sedangkan S&P 500 meningkat sebanyak 42,05 poin atau 1,36 persen menjadi 3.122,87. Indeks Komposit Nasdaq naik 74,54 poin atau 0,78 persen menjadi 9.682,91.
 
Sebanyak 10 dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir lebih tinggi, dengan sektor industri dan keuangan masing-masing naik 3,91 persen dan 3,83 persen, memimpin kenaikan. Sedangkan sektor perawatan kesehatan turun 0,2 persen, satu-satunya kelompok yang menurun.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Perusahaan swasta di Amerika Serikat kehilangan 2,76 juta pekerjaan pada Mei karena pandemi covid-19 terus mengguncang negara dan membebani pasar tenaga kerja selama sebulan, lapor perusahaan data penggajian Automatic Data Processing (ADP).
 
"Adapun laporan itu menggunakan data hingga 12 Mei yang artinya tidak mencerminkan dampak penuh covid-19 pada situasi ketenagakerjaan secara keseluruhan," kata ADP.
 
Sementara itu, aktivitas ekonomi di sektor non-manufaktur AS mengalami kontraksi pada Mei untuk bulan kedua berturut-turut, Institute for Supply Management (ISM) melaporkan. Indeks non-manufaktur ISM tercatat di level 45,4 persen pada Mei atau, menyusul pembacaan April di posisi 41,8 persen.
 
"Sekarang, ketika ekonomi AS mengalami resesi secara real time, pasar saham mungkin melihat pemulihan ekonomi yang bisa bertahan di paruh kedua tahun ini, atau lebih lambat," kata CEO Zacks Investment Management Mitch Zacks, saat mengomentari reli pasar baru-baru ini di tengah goncangan covid-19.
 
Lebih lanjut, investor juga memantau dengan cermat keresahan nasional atas kematian George Floyd yang merupakan pria Afrika-Amerika ketika kerusuhan yang terjadi di puncak pandemi itu dapat menyebabkan luka ekonomi yang berkelanjutan. Tentu ada harapan agar kondisi kembali membaik.
 

(ABD)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif