Ilustrasi. FOTO: AFP
Ilustrasi. FOTO: AFP

3 Indeks Acuan Utama Wall Street Kompak Tertekan

Ekonomi Wall Street
Angga Bratadharma • 22 Oktober 2020 07:45
New York: Bursa saham Amerika Serikat (AS) ditutup lebih rendah pada akhir perdagangan Rabu waktu setempat (Kamis WIB). Tekanan terjadi karena Wall Street terus memantau perkembangan stimulus virus korona tambahan yang sedang didiskusikan antara Kongres dengan Gedung Putih.
 
Mengutip Xinhua, Kamis, 22 Oktober 2020, indeks Dow Jones Industrial Average turun 97,97 poin atau 0,35 persen menjadi 28.210,82. Sedangkan S&P 500 turun 7,56 poin atau 0,22 persen menjadi 3.435,56. Kemudian indeks Komposit Nasdaq turun 31,80 poin atau 0,28 persen menjadi 11.484,69.
 
Sebanyak sembilan dari 11 sektor utama S&P 500 turun, dengan sektor energi turun 1,99 persen, memimpin penurunan. Sedangkan sektor jasa komunikasi naik sebanyak 1,29 persen, kelompok dengan kinerja terbaik.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Perusahaan Tiongkok yang terdaftar di AS diperdagangkan hampir datar, dengan lima dari 10 saham teratas menurut bobot dalam indeks 50 Tiongkok yang terdaftar di S&P AS mengakhiri hari dengan catatan optimistis.
 
Sementara itu, Ketua DPR AS Nancy Pelosi dan Menteri Keuangan Steven Mnuchin pada Selasa waktu setempat (Rabu WIB) melanjutkan pembicaraan tentang bantuan covid-19. "Yang memberikan lebih banyak kejelasan dan kesamaan dan mereka akan melanjutkan diskusi mereka pada Rabu sore," kata Drew Hammill, juru bicara dan wakil kepala staf Pelosi.
 
Kedua pemimpin itu mengadakan pertemuan selama 53 menit pada Senin waktu setempat (Selasa WIB), dan terus mempersempit perbedaan mereka, menurut pernyataan sebelumnya dari Hammill. Langkah itu usai pernyataan Pelosi pada Minggu waktu setempat (Senin WIB) bahwa Gedung Putih dan parlemen harus mencapai kesepakatan dalam 48 jam.
 
Di sisi lain, para menteri keuangan dan gubernur bank sentral G20 menyepakati kerja sama penanganan covid-19 dan pemulihan ekonomi global. Mereka akan menggunakan semua kebijakan luar biasa dalam melindungi masyarakat, lapangan kerja, pemulihan ekonomi, dan ketahanan sistem keuangan, dengan hati-hati mengelola potensi risiko terhadap penurunan ekonomi.
 
"Meskipun terdapat tanda-tanda pemulihan bertahap, namun perekonomian global masih menghadapi ketidakpastian yang tinggi. Pemulihan ekonomi yang parsial dan tidak merata dapat membawa prospek ekonomi global jauh dari tingkat sebelum pandemi," kata Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati.
 
Ia menambahkan negara-negara G20 harus menghindari penarikan stimulus yang terlalu dini, guna mendukung pemulihan berada di jalur yang benar. Menurutnya ketersediaan dan akses atas vaksin sangat penting dalam upaya penanganan covid-19 dan mendukung pemulihan ekonomi.
 
"Indonesia berkomitmen untuk menggunakan semua perangkat kebijakan, termasuk melaluipolicy mixantara kebijakan fiskal, moneter, dan struktural dalam mendukung pemulihan ekonomi. Indonesia baru saja mengesahkan Omnibus Law Cipta Kerja guna mendukung investasi dan penciptaan lapangan pekerjaan," pungkas dia.
 
(ABD)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif