Ilustrasi. FOTO: Politico
Ilustrasi. FOTO: Politico

Labil, NYSE Lanjutkan Rencana Depak 3 Perusahaan Tiongkok

Ekonomi Wall Street Ekonomi Amerika
Angga Bratadharma • 08 Januari 2021 08:47
New York: Bursa Efek New York atau New York Stock Exchange (NYSE) kembali melanjutkan rencana 'mendepak' tiga raksasa telekomunikasi Tiongkok mulai 11 Januari. Keputusan ini membatalkan sikap NYSE sebelumnya yang memutuskan untuk tidak menghapus tiga perusahaan Tiongkok di bursa saham.
 
Mengutip Channel News Asia, Jumat, 8 Januari 2021, sikap NYSE kembali berbalik arah perihal tiga perusahaan Tiongkok sehari setelah Menteri Keuangan Amerika Serikat (AS) Steve Mnuchin mengatakan kepada Kepala NYSE Stacey Cunningham bahwa dia tidak setuju dengan keputusan NYSE sebelumnya yang membatalkan penghapusan.
 
Langkah terbaru yang diambil NYSE menandai perubahan ketiga, di tengah kebingungan atas aturan yang ditetapkan oleh Pemerintahan Trump dan meningkatnya ketegangan di Washington terkait kebijakan Tiongkok. Sejauh ini, ketegangan hubungan antara kedua negara belum mereda dengan Trump terus memberikan tekanan kepada Tiongkok.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Adapun rencana untuk menghapus tiga perusahaan Tiongkok di NYSE dipicu oleh perintah eksekutif Gedung Putih yang melarang perusahaan dan individu Amerika Serikat berinvestasi di perusahaan-perusahaan yang diduga pemerintah membantu militer Tiongkok.
 
Sedangkan Komisi Pengaturan Sekuritas Tiongkok mengatakan perintah eksekutif Trump didasarkan pada tujuan politik. Perintah itu juga sepenuhnya mengabaikan situasi dan kondisi yang sebenarnya terjadi dari perusahaan termasuk hak sah investor global, aturan, dan ketertiban pasar.
 
Larangan investasi Trump mulai berlaku sebelum Presiden AS terpilih Joe Biden akan dilantik. Sedangkan Biden sepertinya tidak mungkin membuat perubahan langsung pada hubungan AS-Tiongkok. Tetapi, berulang kali ia mengaku lebih suka bekerja bersama sekutu AS dengan menegakkan aturan untuk perdagangan global.
 
Namun, pendekatan itu akan berbeda dengan yang dilakukan oleh Pemerintahan Trump, yang sering melakukan tindakan agresif dan sepihak untuk menantang Tiongkok dalam masalah ekonomi dan keamanan nasional. Kondisi itu yang akhirnya memicu terjadi perang dagang antara AS dan Tiongkok dan berselisih mengenai asal mula covid-19.
 
(ABD)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif