Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. Foto : Medcom/Eko.
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. Foto : Medcom/Eko.

Menkeu Tekankan Perlunya Kelanjutan Kerja Sama Transisi Energi

Antara • 28 November 2022 18:36
Jakarta: Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan kerja sama transisi energi sebesar USD20 miliar  yang telah diumumkan dalam KTT G20 perlu ditindaklanjuti bersama melalui mekanisme platform transisi energi.
 
baca juga: Percepat Bauran Energi Ramah Lingkungan, Cek 5 Deklarasi Just Energy Transition APLSI

"Seperti diketahui bahwa di dalam G20 telah diumumkan mengenai adjust energy transition partnership itu sebesar USD20 miliar, dalam hal ini perlu di-follow up bersama-sama dengan platform energy transition mechanism yang sekarang ini sudah mendapatkan komitmen USD500 juta dan bisa di-leverage ke USD4 miliar," kata Menkeu usai menghadiri rapat evaluasi penyelenggaraan KTT G20, dengan Presiden Jokowi dikutip dari Antara, Senin, 28 November 2022.
 
Dia menyampaikan tindak lanjut perlu dilakukan PT. Perusahaan Listrik Negara (PLN), karena menyangkut transisi energi dari yang bukan terbarukan menjadi energi terbarukan.
 
"Nanti kami akan bicara dengan berbagai Independent Power Plant yang selama ini bekerja sama dengan PLN, dan bagaimana transisi energi yang perlu didukung dengan kebijakan termasuk insentif-insentif baik perpajakan maupun nonperpajakan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Ini mungkin yang paling besar dari follow up, karena menyangkut transisi energi dan ini menjadi perhatian baik negara-negara G7, RRT maupun negara-negara di middle east," jelasnya.
 
Di sisi lain pada rapat dengan Presiden juga disampaikan tentang pandemic fund untuk sektor kesehatan dengan nilai USD 1,5 miliar yang menurut Menkeu, Indonesia akan menindaklanjuti melalui Menteri Kesehatan.
 
"Menkes menyampaikan proposal untuk penggunaan yang terutama untuk Indonesia, namun juga untuk kerja sama antar negara-negara. Ini semuanya nanti akan dilakukan bulan-bulan mendatang sehingga kita bisa mendapatkan manfaat dari kerja sama maupun dari sisi pendanaan," kata Menkeu.
 
Sedangkan untuk ekonomi digital yang merupakan prioritas ketiga G20 Indonesia, Sri Mulyani mengatakan selain sudah diluncurkan kerja sama sistem pembayaran di antara negara-negara ASEAN serta mata uang digital dari bank sentral, Indonesia juga akan terus mendorong inklusi finansial yang sangat penting terutama bagi lembaga-lembaga keuangan baik yang bank maupun yang terutama non-bank yang berbasis digital.
 
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news Medcom.id.
 
(SAW)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif