Direktur Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag Ni Made Ayu Marthini. Foto: Medcom.id/Marcheilla Ariesta.
Direktur Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag Ni Made Ayu Marthini. Foto: Medcom.id/Marcheilla Ariesta.

Saatnya UMKM Indonesia Serbu Pasar Negeri Drakor

Marcheilla Ariesta • 27 September 2022 21:43
Jakarta: Indonesia telah meratifikasi dan mengesahkan Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Korea (IK-CEPA) pada akhir Agustus lalu. Kementerian Perdagangan (Kemendag) berharap IK-CEPA dapat segera diimplementasi, awal tahun depan.
 
Direktur Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag Ni Made Ayu Marthini menjelaskan, IK-CEPA diharapkan dapat bermanfaat bagi pengusaha Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Indonesia. Menurutnya, ini saatnya UMKM Indonesia dapat menyerbu pasar Korea Selatan (Korsel).
 
Menurutnya, melalui IK-CEPA, produk UMKM diharapkan lebih mudah masuk dan bersaing di Korea Selatan. Meski demikian, untuk memenuhi standar produk di Korsel harus ada peningkatan kualitas yang dilakukan pengusaha UMKM.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kita akan terus mencari tahu bagaimana kita sebagai pejabat pemerintah, membantu para eksportir untuk berkompeten, memiliki pengetahuan bagaimana membuat produk yang mampu bersaing di luar sana," kata Ni Made Ayu, dalam workshop kedua Indonesian Next Generation Journalist Network on Korea yang digelar Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) bersama Korea Foundation, Selasa, 27 September 2022.
 
Salah satu caranya adalah dengan digitalisasi produk yang akan dijual dan mengakses pasar tertentu. Ia menambahkan, promosi digital kerap membantu para pengusaha UMKM untuk menembus pasar global.
 
Baca juga: Mendag: Kita Jangan Terus-terusan Jadi Pasar Doang!

Ni Made Ayu menyampaikan, alasan UMKM penting karena merupakan bagian dari kelompok ekonomi yang membutuhkan bantuan, yang harus difasilitasi agar bisa berkembang.
 
"Dan ketika UMKM tanggung, maka itu akan dapat membantu seluruh perekonomian di Indonesia," tegasnya.
 
Ni Made Ayu menjelaskan, pihaknya memiliki program pembinaan ekspor yang dapat membantu UMKM tumbuh dan bertransmisi.
 
Dirinya melanjutkan, ada beberapa hal yang perlu dipahami sebelum pelaku UMKM Indonesia mengekspor atau mengembangkan produknya ke Negeri Ginseng itu. Di antaranya aturan terkait makanan dan minuman di sana.
 
"Sektor makanan dan minuman prospeknya potensial. Hanya saja kita perlu paham regulasi, label, konten, dan standarisasi di sana," tegasnya.
 
Menurutnya, lewat IK-CEPA, Indonesia dan Korea Selatan dapat tumbuh lebih kuat bersama. "Karena Indonesia membutuhkan Korea dan Korea membutuhkan Indonesia," jelasnya.
 
Ia menuturkan, Indonesia memiliki sumber daya alam, konsumen besar dan demokrasi yang stabil. Sedangkan Korea Selatan membutuhkan pasar internasional untuk bisa berdagang.
 
Karena itu, Ni Made Ayu menegaskan kembali, ini saatnya membuat UMKM Indonesia bersinar di Korea Selatan. Kesempatan baru ini, katanya dapat bermanfaat besar bagi Indonesia, khususnya sektor UMKM.
 
(AHL)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif