Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elistianto Dardak. Foto: Medcom.id/Daviq Umar.
Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elistianto Dardak. Foto: Medcom.id/Daviq Umar.

UKM dan e-Commerce, Kolaborasi Stimulus Ekonomi Jatim

Ekonomi ukm ecommerce
Daviq Umar Al Faruq • 19 Mei 2020 10:39
Malang: Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur menggandeng Usaha Kecil Menengah (UKM) dan e-commerce untuk meningkatkan gairah daya beli masyarakat. Ini dilakukan untuk menstimulus pertumbuhan ekonomi daerah tersebut.
 
"Kita tingkatkan melalui program Ramadan Sale, kita beri diskon 25 persen bahkan lebih untuk setiap pembelian produk-produk UKM dan e-commerce. Saat ini tidak hanya daya beli dan konsumsi yang menurun, tapi juga pola beli mengalami penurunan," kata Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elistianto Dardakdalam diskusi Daring IKA UB ke-10, Senin, 18 Mei 2020.
 
Emil menjelaskan maksud pola beli bukan berarti tidak bisa membeli, tapi menunda keinginan untuk membeli. "Hal ini akan menjadi upaya kita untuk mengantisipasi jika korona belum juga mereda," imbuhnya.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dia mencontohkan negara seperti Selandia Baru yang hampir tidak terpengaruh covid-19. Namun negara tersebut masih tetap melakukan pembatasan sosial.
 
"Kegiatan ekonomi bisa dilakukan secara gradual dengan tetap memperhatikan kedisiplinan mengikuti protokol kesehatan. Sehingga perekonomian bisa berjalan stabil," kata Emil.
 
Kapolda Jawa Timur Irjen Fadhil Imron menambahkan upaya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), larangan mudik, menggunakan masker, tetap berada di rumah, mencuci tangan dengan sabun akan efektif memutus rantai penyebaran dan penularan virus covid-19. Upaya itu akan berlaku bila dilaksanakan dengan penuh displin.
 
"Kalau sudah melaksanakan PSBB dengan prinsip-prinsip disiplin didalamnya maka kita bisa mulai hidup normal," katanya.
 
Di sisi lain Universitas Brawijaya (UB) selalu mendukung program pemerintah dalam mengurangi penyebaran covid-19, seperti langkah PSBB, yaitu dengan mengisolasi kampus dengan work from home, serta penerapan social distancing dan melakukan kegiatan belajar mengajar secara daring.
 
"Kami juga menyiapkan sarana prasarana pembejalaran daring, dan melakukan isolasi mandiri bagi mahasiswa yang datang dari luar kota atau luar negeri physical distancing menjadi hal penting yang harus dilakukan saat ini," ujar Rektor UB Nuhfil Hanani.
 
Nuhfil menuturkan upaya itu dilakukan mengingat tingkat kematian di Jatim akibat covid-19 menjadi yang terbanyak (8,68 persen) dibandingkan nasional (6,4 persen), dan tingkat kesembuhan yang lebih rendah (14,35 persen) dibandingkan nasional (22,97 persen).
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif