Illustrasi - - Antara/ Vitalis Yogi Trisna
Illustrasi - - Antara/ Vitalis Yogi Trisna

Berpacu Mengembangkan Wisata Berbasis Komunitas

Ekonomi pariwisata
Ade Hapsari Lestarini • 04 April 2020 20:58
Jakarta: Pariwisata menjadi salah satu ujung tombak penerimaan negara bagi Indonesia. Dalam satu dekade terakhir, berbagai komunitas di seluruh dunia bermunculan dan menjadi bisnis yang menjamur.
 
Salah satu komunitas yang mendukung tumbuh kembangnya entitas bisnis pariwisata yakni Community Based Tourism (CBT) atau wisata berbasis komunitas.
 
CBT merupakan program ekowisata yang dikembangkan oleh komunitas-komunitas lokal yang harus didukung oleh pemerintah dalam hal ini Kementerian Pariwisata, tur operator dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM).
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pariwisata menjadi salah satu sektor petumbuhan ekonomi tercepat dan terbesar di dunia saat ini. Industri pariwisata menyuplai sepertiga dari lapangan pekerjaan di negara-negara berkembang dan meliputi 30 persen dari nilai ekspor jasa di seluruh dunia. Industri pariwisata menghasilkan rata-rata USD3 miliar per hari dari keseluruhan nilai ekspor di negara berkembang.
 
Demikian Indonesia. Prospek wisata di kawasan yang bukan daerah tujuan wisata dapat dikembangkan dengan baik bahkan bisa meningkatkan perbaikan eknomi bagi masyarakat lokal sekitarnya dengan adanya CBT ini. Orang memilih kawasan wisata baru karena terkadang jenuh dengan kawasan wisata yang sudah dieksploitasi besar-besaran.
 
Di sisi lain, program CBT dapat mendukung program ekowisata yang justru sedang diimbau pemerintah. Bahkan banyak lokasi wisata baru di desa dan kabupaten yang dikembangkan oleh masyarakat setempat dengan dukungan pemerintah desa, kota atau kabupaten.
 
Program ini bisa meningkatakan pendapatan masyarakatnya. Ini juga sesuai dengan tren pariwisata dunia sendiri saat ini adalah meningkatkan kepedulian terhadap keberlangsungan obyek wisata sendiri dan meminimalkan ekses negatifnya dengan konsep sustainable tourism dan ecotourism yang menyatukan pelestarian lingkungan alam, komunitas dan meningkatkan kesejahteraannya.
 
Ecotourism, sangat penting menghadapi menurunnya kondisi destinasi wisata alam yang kian hari kian menunjukan penurunann fungsinya akibat banyaknya kunjungan wisatawan dan pengelola yang terus eksploitasinya tanpa memikirkan keberlangsungan destinasi itu untuk masa yang akan datang.
 
Ecotourism akan meningkatkan kesadaran baik masyarakat di sekitar destinasi maupun pengunjung untuk bersama-sama menjaga dan melindungi lingkungan dan alam sekitar serta adat dan budaya lokal untuk keberlangsungannya.
 
Destinasi alam ini kebanyakan terletak di daerah pedesaan yang biasanya dikembangkan oleh pemerintah setempat bekerja sama dengan perusahaan setempat dan jarang melibatkan masyarakat secara luas dalam pengelolaannya. Ecotourism mencakup prinsip-prinsip dasar pariwisata secara keberlanjutan yang menimbulkan dampak secara ekonomi, sosial dan lingkungan yang banyak ahli sepakat merupak alternative pendekatan pembangunan pariwisata saat ini.
 
Tren wisata dunia saat ini menunjukkan meningkatnya permintaan kunjungan ke destinasi ekowisata di seluruh dunia akibat perubahan kesadaran akan isu penyelamatan lingkungan dan global warming. Di samping itu, wisatawan mempunyai keinginan yang tinggi untuk merasakan pengalaman baru dalam berbagai macam kegiatann di alam, situs-situs arkeologi, sejarah atau berinteraksi dengan adat, budaya serta tata cara hidup masyarakat setempat. Dalam dua dekade terakhir, trend permintaan ke nature based tourism di negara-negara berkembang menunjukan perkembangan yang signifikan dibandingkan ke destinasi pada umumnya.
 
Dongkrak Ekonomi Desa
 
Salah satu lokasi wisata yang dikelola berdasarkan program CBT ada di Siosar, Toba. Kepala desa Tambun Raya, Kabupaten Simalungun, Sumatra Utara, Bilher Damanik mengatakan pihaknya dibantu swasta untuk mencapai cita-cita membangun lokasi wisata baru. Pihak swasta itu adalah PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JCI).
 
"Japfa Comfeed Indonesia mendukung partisipasi komunitas di lingkungan kami melalui CBT. Harapan saya program ini dapat menjadi program-program percontohan di kawasan lain di Indonesia," kata Bilher, Sabtu, 4 April 2020.
 
Bilher mengatakan desanya mendapat tawaran pengembangan manfaat ekonomi lewat ecotourism. Basisnya tentu saja komunitas setempat. Hasilnya kelak adalah peningkatan pendapatan, kesejahteraan, pendidikan, sarana dan prasarana yang biasanya tidak terjangkau di daerah pinggiran yang memiliki jarak jauh dengan perkotaan.
 
Terlebih lagi, masyarakat yang berada di daerah pinggiran ini pun biasanya hidup di bawah garis kemiskinan dan memiliki latar pendidikan yang rendah.
 
"Program-program ini secara keseluruhan akan meningkatkan kualitas hidup masyarakat kami," kata Bilher.
 
Dia mengatakan upaya membangun ecotourism berbasis komunitas ini akan membuka peluang bagi masyarakat di daerah pinggiran (pedesaan) untuk terlibat secara aktif mengembangkan dan membangun secara serius destinasi pariwisata yang ada di kampungnya.
 
CBT Jadi Perhatian Khusus Kemenpar
 
Kementerian Pariwisata (Kemenpar) juga memberikan perhatian lebih terhadap pengembangan CBT. Staf Ahli Bidang Inovasi dan Kreativitas Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Josua Puji Mulia Simanjuntak sebelumnya mengatakan dengan bergabungnya Kementerian Pariwisata dan Badan Ekonomi Kreatif maka konsep pariwisata berbasis ekonomi kreatif yang dijalankan komunitas menjadi perhatian khusus. Terutama yang berlokasi di desa-desa yang akan menjadi kekuatan. Desa desa di Indonesia memiliki banyak kekuatan kreatifitas berbasis kearifan lokal. Ini harus dikembangkan menjadi CBT.
 
Penguatan potensi ekonomi kreatif di daerah diawali dengan pemetaan kekuatan dan potensi serta tantangannya. Kemudian dilanjutkan dengan pendampingan dan penguatan potensi daerah yang disusul dengan pengembangannya sebagai destinasi wisata.
 
"Saya sarankan, untuk masyarakat pariwisata di daerah daerah untuk tetap dan terus menggali kreativitas dan kearifan lokal. Kreativitas berbasis kearifan lokal ini yang akan bersama dengan pemerintah dijadikan sebagai karya unggulan yang akan menarik minat pariwisata," kata Puji.
 

(Des)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif