Ilustrasi UMKM produksi mi. Foto: dok MI.
Ilustrasi UMKM produksi mi. Foto: dok MI.

UMKM Hadapi Tantangan Bangun Ekosistem di Era Digital

Ekonomi UMKM Ekonomi Digital
Antara • 09 Juli 2020 10:16
Jakarta: Pemerintah menyebut pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) menghadapi tantangan dalam membangun ekosistem di era digital. Meski demikian, pemerintah bertekad untuk memberikan berbagai kemudahan dan stimulus guna menyokokng UMKM agar terus tumbuh positif.
 
Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengatakan pemerintah berupaya optimal untuk menyelamatkan UMKM dengan berbagai stimulus senilai Rp600 triliun, baik lewat bantuan sosial (bansos) maupun bantuan modal kerja. Langkah itu agar bisa ekonomi bergerak kembali, juga menekan bertambahnya angka pengangguran dan tingkat kemiskinan.
 
"Pemerintah berusaha membangkitkan UMKM dengan berbagai cara karena di sana ada 60 juta pengusaha UMKM, belum lagi jumlah tenaga kerjanya," kata Teten, seperti dikutip dari Antara, Kamis, 9 Juli 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Namun, dari semua UMKM yang terdampak, ada UMKM yang bisa bertahan dan tumbuh yakni UMKM yang sudah terhubung ke marketplace atau terkoneksi secara digital yang jumlahnya sekitar 13 persen dari seluruh pelaku UMKM di Tanah Air.
 
Menurut dia, mereka yang cenderung dapat bertahan adalah UMKM yang melakukan adaptasi bisnis dan inovasi produk, sesuai permintaan market yang baru.
 
"Orang sekarang lebih untuk mengonsumsi makanan, minuman, kebutuan kesehatan, dan kebutuhan rumah tangga. Yang fesyen berkurang. Tapi ada perajin batik jualan batik fashion ke daster, lakunya bukan main. Itu lah inovasi dan adaptasi bisnis," kata Teten.
 
Menurutnya, kondisi UMKM saat ini berbeda saat krisis pada 1998, yakni UMKM menjadi pahlawan ekonomi. Namun, dirinya yakin saat ini UMKM masih bisa menjadi bantalan ekonomi nasional dengan stimulus yang diberikan pemerintah. Selain stimulus, Kementerian Koperasi dan UKM saat ini juga terus mendorong digitalisasi di sektor UMKM, termasuk membangun database UMKM.
 
Sebab, ia menambahkan, saat ini database UMKM ada di 18 kementerian dan 40 lembaga terkait yang belum terintegrasi. "Ke depan, pemerintah akan terus membenahi sistem pembiayaan yang ramah, mudah, dan murah bagi UMKM, supaya bisa melahirkan startup-startup baru," ucapnya.
 
Sementara itu, Iqbal Farabi, wakil Komite Tetap Bidang UMKM Kadin Indonesia mengatakan berkaca kepada sejumlah strategi UMKM mulai dari pembiyaan, perpajakan, pelindungan konsumen, pendidikan, sampai sumber daya manusia, sebagian besar UMKM bermodal nekad dan keluasan jaringan.
 
"Para pelaku ekonomi digital dan UMKM sudah siap masuk ke era sekarang. Tapi memang butuh sinergi antara kementerian terkait, lembaga lain, supaya para pelaku ini bisa naik kelas. Ada prediksi di 2025 potensi ekonomi digital kita bisa sampai Rp200 triliun. Ini artinya, UMKM tak bisa lagi dilihat sebelah mata," pungkasnya.
 

(ABD)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif