Webinar daring Katadata dengan Prasetya Mulya bertajuk Bangun UMKM di Tengah Multikrisis. (Foto: Dok.)
Webinar daring Katadata dengan Prasetya Mulya bertajuk Bangun UMKM di Tengah Multikrisis. (Foto: Dok.)

Kolaborasi dan Transformasi Digital, Strategi UMKM Hadapi Pandemi

Ekonomi UMKM
Gervin Nathaniel Purba • 16 Oktober 2020 15:43
Jakarta: Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop UKM) mendorong usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) untuk melakukan kolaborasi agar bisa bertahan pada masa pandemi ini. Situasi saat ini menjadi tantangan yang tidak mudah bagi UMKM dari sisi permodalan hingga pemasaran.
 
"Ini (kolaborasi) sangat penting. Ambil contoh bagaimana industri di Jepang dengan UMKM. Di Indonesia juga banyak (bentuk kolaborasi), sektor UMKM lokal sudah banyak yang jadi pemasok Astra misalnya," ujar Menkop UKM Teten Masduki dalam webinar daring Katadata dengan Prasetya Mulya bertajuk Bangun UMKM di Tengah Multikrisis, dikutip keterangan tertulis, Jumat, 16 Oktober 2020.
 
Berdasarkan survei Katadata Insight Center (KIC) di Jabodetabek pada Juni 2020, 57 persen UMKM mengaku dalam kondisi buruk, dan 25 persen hanya bisa bertahan hingga September. Teten memperkirakan ada sekitar 47 persen yang terancam gulung tikar.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Padahal, sektor ini menyumbang 60 persen PDB Indonesia dan menyerap lebih dari 90 persen tenaga kerja.
 
Di sisi lain, Teten menyebutkan, UMKM saat ini juga perlu untuk segera bertranformasi ke arah digital agar bisa mengoptimalkan usaha sehingga tidak hanya meningkatkan pemasaran, namun juga memotong biaya produksi.
 
"Higt cost industri kita bukan hanya di manufaktur, tapi juga UMKM," kata Teten.
 
Co-founder & CEO Tokopedia William Tanuwidjaya menjelaskan pihaknya saat ini terus menggiatkan UMKM agar semakin terakomodir dalam marketplace. Apalagi pada masa pandemi seperti saat ini yang menuntut digitalisasi. Hingga saat ini, setidaknya ada lebih dari 9,2 juta UMKM yang tergabung dalam ekosistemnya.
 
"Seakan pandemi ini justru menjadi (momen) Tokopedia memang disediakan untuk masa pandemi ini (serba digital). Maka dengan UMKM bertransformasi digital, kesempatan melayani pelanggan akan tetap ada," ujar William.
 
Kolaborasi tidak hanya terhadap para UMKM dan swasta. Rektor Universitas Prasetiya Mulya Djisman S Simandjuntak mengingatkan pemerintah perlu mengambil peran aktif dalam upaya kolaborasi UMKM ini.
 
Misalnya, menjadikan kemajuan UKM indikator kinerja pemerintah pusat, provinsi, hingga kelurahan.
 
"Program UKM kolaboratif perguruan-perguruan tinggi yang berakreditasi baik yang terdiri dari layanan penyiapan rencana bisnis, layanan pelatihan, layanan pendampingan dalam berbagai urusan," ujar Djisman.
 
(ROS)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif