Foto: Grafis Medcom.id
Foto: Grafis Medcom.id

Ini Resep Sukses UKM Bertahan pada Masa Pandemi Covid-19

Ekonomi UKM Kementerian Koperasi dan UKM pandemi covid-19
A. Firdaus • 20 November 2020 19:21
Yogyakarta: Pandemi covid-19 ini menjadi tantangan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) dalam mengembangkan bisnis mereka. Tak hanya fokus menyiasati efisiensi dari sisi produksi, tapi juga harus memikirkan bentuk promosi ke masyarakat yang mulai beralih ke online.
 
Dari data yang diperoleh Kementerian Koperasi dan UKM, sebanyak 45 persen bisnis UKM hanya bertahan tiga bulan karena pandemi. Selain itu, dari total 64 juta UKM di Indonesia, baru sekitar delapan juta, atau 13 persen yang sudah terhubung dengan ekosistem digital.
 
Perusahaan penyedia layanan web-hosting Niagahoster menilai salah satu penyebab UKM tidak berdaya saing karena kanal go online yang kurang dimanfaatkan secara maksimal.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Go online merupakan pintu gerbang baru. Untuk menuju kesuksesan online, aset digital tidak boleh dibiarkan begitu saja, tanpa adanya pengelolaan, evaluasi, dan perbaikan," ungkap Head of Brand & Market Development Niagahoster Ayunda Zikrina, dalam acara Media Meet-Up, dikutip Jumat, 20 November 2020.
 
Ayunda pun merekomendasikan bagi para pemilik bisnis yang sudah kuat dari sisi produksi, agar memikirkan bagaimana mengelola aset digital.
 
Data Kepala Departemen Medik Kesehatan Jiwa RSCM FK Universitas Indonesia Kristina Siste Kurniasanti menjelaskan ketergantungan internet pada orang dewasa meningkat lima kali lipat selama pandemi covid-19.
 
Dalam artian, pentingnya aktivitas go online demi menyukseskan dan mempertahankan bisnis UKM pada masa pandemi ini. Ayunda menilai toko digital sama dengan toko fisik yang memerlukan pengelolaan dan maintainance secara berkala.
 
Hanya saja ada beberapa perbedaan dalam pelaksanaannya, contohnya, untuk mengelola toko fisik, pemilik bisnis mungkin harus mengeluarkan biaya kebersihan, keamanan, promosi offline yang tidak sedikit.
 
"Sementara pengelolaan toko online rata-rata dimulai dari konsistensi membuat konten, kemudian mengecek aktivitas media sosial dan berinteraksi dengan pelanggan. Itu semua dapat dilakukan tanpa biaya. Namun, masih banyak pemilik bisnis yang belum memprioritaskan ini," kata Ayunda.
 
Selain pengelolaan dari sisi konten, tiap kanal go online memiliki aspek-aspek penunjang lain guna memaksimalkan kehadiran online.
 
Contohnya di marketplace, pengelolaan dari sisi promo yang digunakan, hingga tampilan katalog dan kategorisasi produk perlu diperhatikan. Di website, pengelolaan dari sisi kecepatan loading halaman hingga tampilan utama website menjadi prioritas.
 
Customer Relations Specialist Niagahoster A Sofalul Khazari mengimbau para pelaku usaha tak berhenti di go online saja. Mereka perlu memikirkan mengembangkan kesempatan bisnis agar terbuka lebar saat pandemi.
 
Sofal melaporkan Niagahoster mengalami kenaikan jumlah pemilik bisnis yang membuat website sebesar 35 persen di April. Dalam survei yang dilakukan ke seluruh klien Niagahoster pada kuartal II-2020, sebanyak 67,40 persen mengaku membuat website untuk mengembangkan bisnis.
 
"Website yang ideal itu harus mudah ditemukan di mesin pencari, cepat, dan memberikan pengalaman berbelanja yang berbeda. Website yang seperti ini akan menyumbang traffic, users, bahkan sales yang menguntungkan untuk pemilik bisnis," pungkas Sofal.
 
(AHL)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif