NEWSTICKER
Ilustrasi. Foto: Medcom.id
Ilustrasi. Foto: Medcom.id

Bisnis Wedding Organizer 'Terjangkit' Covid-19

Ekonomi Virus Korona dunia usaha
Annisa ayu artanti • 21 Maret 2020 07:08
Jakarta: Hampir semua lini bisnis terkendala oleh meluasnya penyebaran virus korona atau covid-19. Tak terkecuali bisnis wedding organizer dan katering pernikahan.
 
Semakin banyak pemerintah mengumumkan pasien-pasien positif virus korona, semakin banyak pula calon pengantin yang was-was dengan kondisi terkini dan berpikir ulang mengatur hari bahagianya.
 
Hal itu disampaikan tim Avi Catering, Etika. Ia menyampaikan, adanya virus ini sedikit mengganggu bisnisnya. Beberapa pengantin menggeser rencana pernikahannya ke Juni dan Juli setelah semakin banyaknya masyarakat yang terjangkit virus.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Banyak yang reschedule. Kebanyakan geser dari April ke Juli dan Juni," kata Etika kepada Medcom.id, Sabtu, 21 Maret 2020.
 
Dalam kondisi seperti ini, lanjut Etika, beberapa pengantin juga meminta tambahan fasilitas dan syarat untuk melangsungkan acara resepsi pernikahannya, seperti tidak berjabat tangan dan menyediakan hand sanitizer. Hal itu guna membatasi penyebaran virus.
 
"Ada permintaan khusus kayak hand sanitizer, tapi hand sanitizer kita lepas soalnya biasanya dari gedung. Tapi untuk 22 Maret di Masjid Albina (calon pengantin) minta bikin tulisan tidak berjabat tangan," ujarnya.
 
Meski demikian, Etika menuturkan acara resepsi pernikahan tetap banyak digelar. Khususnya pada Maret 2020 ini, ia menyebut sampai akhir Maret, jadwal Avi Catering sudah penuh dan tidak ada yang ditunda.
 
"Maret ini Alhamdulillah penuh," ungkapnya.
 
Dihubungi terpisah, Owner Netty WO Dita juga mengatakan hingga saat ini belum ada calon pengantin yang melakukan penundaan acara pernikahannya akibat penyebaran virus korona. Bahkan, ia menyebut sampai sebelum bulan Ramadan, acara pernikahan yang ditanganinya sudah full booked.
 
"Sejauh ini sih yang buat acara minggu depan atau minggu selanjutnya, sebelum puasa belum ada yang dibatalkan," katanya.
 
Hanya saja, adanya pandemi covid-19 ini membuat bisnisnya agak sepi. Ia mengakui, akhir-akhir ini jarang ada yang bertanya mengenai biaya pernikahan dan konsep pernikahan, baik di media sosial atau pun bertanya langsung ke kantornya.
 
"Cuma memang biasanya kalau habis post di Instagram banyak yang DM (direct message) tanya tentang harga, ini enggak ada yang DM," ungkapnya.
 
Ia pun berharap wabah ini cepat selesai, sebab dalam menjalankan bisnis wedding organizer tidak hanya sendirian. Banyak segmen yang terlibat mulai dari tukang bunga, janur, rias, dekor, tenda, katering, dan lain-lain.
 
"Harapannya biar cepat terkendalikan, karena kalau bisnis WO seperti ini kan banyak orang yang terlibat, banyak pegawai yang mata pencahariannya mengandalkan (bisnis) ini. Karena mereka kan rata-rata karyawan yang digaji per-event, kalau pemasukan kita sepi, otomatis pendapatan mereka juga menurun," tukasnya.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif