Ilustrasi UMKM. Foto: dok MI/Bagus Suryo.
Ilustrasi UMKM. Foto: dok MI/Bagus Suryo.

Bantu UMKM Bangkit Kembali, Cek Strategi Ini

Ekonomi UMKM UMKM Indonesia Upgrade UMKM
Ade Hapsari Lestarini • 25 November 2021 22:30
Jakarta: Sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) menjadi tulang punggung perekonomian bangsa. Di tengah pandemi covid-19, UMKM perlu didorong agar berhasil bangkit kembali.
 
Dengan diresmikannya Gernas #BanggaBuatanIndonesia pada 14 Mei 2020 lalu, Presiden Jokowi juga mengajak masyarakat Indonesia untuk mendorong national branding produk lokal unggulan. Pemanfaatan teknologi digital pun menjadi penting, agar UMKM bisa bangkit, naik kelas, serta terus adaptif dan kreatif mengikuti pasar hari ini.
 
Saat ini, dunia kini memasuki era revolusi industri 4.0, yakni industri berdasarkan cyber-physical yang menekankan pola digital economy, artificial intelligence, big data, robotic, dan lain sebagainya atau dikenal dengan fenomena disruptive innovation. Era ini dikenal pula dengan istilah IoT atau "Internet of Things", yakni semua perangkat di sekitar kita terhubung dengan internet.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Implementasi industri 4.0 dinilai sebagai strategi tepat untuk membangkitkan aktivitas sektor manufaktur di dalam negeri pada fase new normal (kenormalan baru)," ujar Direktur Informasi dan Komunikasi Perekonomian dan Maritim Kemkominfo, Septriana Tangkary dalam Forum Strategi Membangun Brand di Era Digital, dikutip dalam YouTube Ditjen IKP Kominfo, Kamis, 25 November 2021.
 
Menurut Digital Strategist Bryan Erfanda Putra, branding bukan hanya sekadar slogan, logo, merk dan produk, tetapi semua hal saat ini adalah brand, bahkan kita secara pribadi adalah sebuah brand juga. Sederhananya, brand merupakan sebuah ikatan emosi antara produk anda dengan konsumen, karena brand adalah gabungan nama dan makna.
 
Adapun langkah pertama yang harus dilakukan dalam membangun brand adalah riset, karena bila membangun tanpa data maka siap-siap gagal dan salah satu yang membuat gagal adalah asumsi.
 
"Biasanya kesalahan besar saat usaha mau tumbuh adalah kita membuat sesuatu yang tidak dibutuhkan. Jadi ketika kita akan melakukan branding, maka kita harus pahami betul produk saya itu digunakan untuk siapa, ke mana, dan sebagainya," ujar Bryan.
 
Sub Koordinator Perekonomian II Direktorat IKPM Kemkominfo Dewi Susilorini menyampaikan, dari 326 ribu UMKM Bali, sebesar 87,5 persen UMKM terdampak covid-19.
 
"Inilah tantangan bagi UMKM kita saat ini pada khususnya di Bali untuk dapat mengembangkan usahanya menjadi go figital melalui potensi-potensi yang sudah ada," ungkap Susi.
 
City Seller Performance Tokopedia Kiki Putri Pasai menambahkan, Tokopedia turut memberikan dukungan untuk meningkatkan performa dari seller-seller yang sudah memutuskan untuk go-digital.
 
"Tokopedia sudah membuat halaman khusus yaitu kumpulan toko pilihan Denpasar, seller-seller yang tergabung di sana akan di support mulai dari flash sale, promo cashback dan promo-promo lain dari lokal untuk lokal," kata Kiki.
 
Pemilik Gopala Kana, Putu Nityananda, menceritakan pengalamannya dalam menjalankan bisnis dan bagaimana digital marketplace sangat membantu pengembangan bisnisnya. Putu memberikan beberapa tips atau kiat sukses yang telah dijalankannya, di antaranya adalah gunakan top ads atau iklan internet, kata kunci yang benar, dan buat foto produk yang menarik.
 
"Sejak saya menggunakan tips-tips tersebut, banyak yang WA dan e-mail saya untuk menjadi reseller, jadi transaksinya bisa ke mana-mana padahal katalognya hanya di Tokopedia," jelasnya.
 
(AHL)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif