Business Innovation Consultant Indrawan Nugroho (kiri). Foto: dok pribadi.
Business Innovation Consultant Indrawan Nugroho (kiri). Foto: dok pribadi.

Kreatif dan Inovatif, Kunci Bertahan di Masa Pandemi

Ekonomi dunia usaha umkm
Ade Hapsari Lestarini • 17 Mei 2020 08:13
Jakarta: Pengusaha dituntut bisa kreatif dan mampu berinovatif terhadap produk maupun pemasarannya di masa pandemi covid-19 ini. Ini dilakukan demi bisa bertahan di masa krisis.
 
"Sesuatu yang menggunakan kreativitas dan berinovasi, sebetulnya akan memunculkan peluang usaha atau bisnis baru, yang menguntungkan," kata Business Innovation Consultant Indrawan Nugroho dalam diskusi virtual bertajuk Inovasi Bisnis di Saat Krisis, di Jakarta, dikutip dalam keterangan tertulisnya, Minggu, 17 Mei 2020.
 
Indra mengajak masyarakat untuk tetap produktif meski virus korona masih mewabah dan belum ditemukan vaksinnya. Caranya adalah menyesuaikan kehidupan dengan kondisi saat ini alias hidup normal dengan cara baru (new normal).
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ia mengatakan pandemi telah memukul semua sektor kehidupan masyarakat, dan perekonomian diprediksi terpuruk lebih dalam dibandingkan krisis-krisis sebelumnya.
 
"Bagi yang terdampak covid-19, ini yang harus disikapi bagaimana satu keluarga dapat menghasilkan di tengah krisis," tambah pengusaha Nina Septiana.
 
Krisis ini berbeda dan lebih unik dibandingkan krisis-krisis ekonomi sebelumnya. Selain penanganannya berbeda, pandemi ini juga memengaruhi perilaku dan pola aktivitas ekonomi, usaha, serta peluang bisnis.
 
Oleh karena itu, lanjut Indra, untuk bertahan dalam situasi krisis seperti sekarang ini di antaranya buka usaha sendiri. Namun harus melalui kajian dan cermat dalam melihat peluang bisnis.
 
Indra menyarankan agar mengacu kepada sedikitnya tiga faktor jika mau memulai usaha di tengah krisis seperti sekarang ini yaitu mempertimbangkan sebuah produk yang dihasilkan, memperhatikan market serta jaringan.
 
"Jika mau memulai usaha, maka pilihlah produk atau layanan yang akan dijual tersebut memang permintaannya tinggi, seperti barang kebutuhan rumah tangga," papar Indra.
 
Sementara terkait produk kesehatan, saat ini masyarakat sangat membutuhkan perlindungan kesehatan, dan juga properti terkait dengan personal care seperti kebutuhan kaum wanita atau pria yang digunakan selama stay at home.
 
Selain itu juga produk terkait dengan produksi, misalnya peralatan untuk menghasilkan sebuah produk seperti peralatan untuk membuat kue dimana nantinya dapat menghasilkan produk yang dapat dijual. "Tentu ini semua dapat dilakukan secara online atau media sosial lainnya," kata Indra.
 
Target atau segmen juga harus diperhatikan, misalnya produk yang dihasilkan untuk segmen siapa, apakah untuk ibu-ibu atau kalangan milenial. "Jika ini dicermati dengan benar, maka upaya membuka usaha baru diyakini akan berhasil," paparnya.
 

(AHL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif