NEWSTICKER
Ilustrasi - - Foto: Wallex
Ilustrasi - - Foto: Wallex

Optimalisasi Pengelolaan Keuangan Jadi Kunci Sukses Berbisnis

Ekonomi bisnis
Eko Nordiansyah • 25 Maret 2020 20:02
Jakarta: Persaingan bisnis kuliner semakin ketat di tengah tren layanan pesan-antar makanan. Modal besar, lokasi strategis, hingga cita rasa bukan lagi jaminan tunggal untuk bisa bertahan.

Jaringan restoran Marugame Udon, yang berlisensi di bawah PT Sriboga Marugame Indonesia (SMI), mengutamakan tata kelola internal dan manajemen restoran yang baik demi bertahan di usaha kuliner. Restoran Jepang berkonsep fresh udon, open kitchen, and tempura ini sudah membuka lebih dari 60 gerai di seluruh Indonesia.
 
Untuk mengoptimalkan profit dan pertumbuhan yang seimbang, Chief Financial Officer SMI Akhmad Nurhidayat mengungkapkan pentingnya pengelolaan keuangan restoran demi mendukung keputusan bisnis yang strategis.
 
Setidaknya ada tiga tips dari Marugame tentang manajemen keuangan restoran yang optimal.

1. Evaluasi kinerja keuangan secara konsisten

Pertama, setiap restoran harus menetapkan target return dari investasi atau target lainnya. Misal sales growth atau jumlah pembukaan outlet dalam waktu tertentu di awal lalu mengevaluasi pencapaiannya. Evaluasi pencapaian dilakukan dengan alat ukur yang sesuai atau disepakati oleh top manajemen khususnya oleh CFO.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Misalnya, dalam industri restoran, dikenal istilah same-store sales growth dan same-store transaction growth. Kedua istilah ini adalah membandingkan sebuah restoran yang memiliki masa operasi yang sama dari dua tahun yang berbeda, dilihat dari pertumbuhan sales dan pertumbuhan transaksi.
 
“Evaluasi ini harus dilakukan secara konsisten dan berkala untuk melihat trennya dengan laporan dan analisa keuangan perusahaan sebagai referensi utama. Bila ada yang tidak mencapai target, kita kaji apa yang bisa diperbaiki. Ini kunci penting agar kinerja keuangan bisa selalu terkontrol terutama apabila memiliki banyak cabang seperti SMI,” ungkap Akhmad dalam keterangan di Jakarta, Rabu, 25 Maret 2020.

2. Memastikan pertumbuhan terjadi secara berkesinambungan

Pada banyak kasus, top manajemen terlalu fokus pada pertumbuhan outlet atau omzet dan sedikit mengesampingkan profit. Padahal, ada banyak aspek lain yang dapat memengaruhi keberlangsungan bisnis dalam jangka panjang. Misalnya, loyalitas konsumen, inovasi produk, hingga manajemen SDM.
 
“Merekrut karyawan berkualitas dan melatih mereka tentu butuh banyak waktu dan biaya. Karena itu, sebisa mungkin harus membuat karyawan nyaman dan betah, karena jika turn over tinggi, maka itu juga akan berpengaruh pada performa operasi restoran yang berdampak ke kinerja keuangan,” katanya.
 
Akhmad juga menjelaskan salah satu imbas negatif dari pertumbuhan terlalu cepat yang tidak diikuti oleh perencanaan bisnis yang matang adalah kanibalisme di antara outlet. Jangan sampai bisnis yang satu malah memakan omzet cabang bisnis lainnya karena lokasi berdekatan tau memiliki segmen pasar yang sama.

3. Upgrade sistem dan review biaya transaksi keuangan

Manajer keuangan harus tetap up-to-date dengan sistem keuangan terbaru yang bisa memberikan efisiensi lebih. Mulai dari software, ERP system, maupun upgrade SOP, untuk meningkatkan kecepatan, akurasi, dan efisiensi biaya dan laporan yang dihasilkan.
 
Sebagai jaringan restoran global, Marugame Udon juga melakukan berbagai transaksi internasional, terutama untuk pembelian bahan-bahan makanan dan peralatan masak. Sebagai contoh, Marugame kini menggunakan jasa layanan pembayaran nonbank yaitu Wallex, platform asal Singapura yang menawarkan layanan transfer dana internasional.
 
Namun demikian, masih terdapat ketidakefisienan dari pengiriman uang menggunakan bank ke luar negeri. Biaya per transaksi masih sangat tinggi, karena sebagian besar harus menggunakan bank korespondensi. Di sisi lain, proses transaksi juga memakan waktu, karena harus menyesuaikan dengan jam operasional bank korespondensi.
 
"Selama ini, setelah memakai sistem baru dengan Wallex, kami bisa menurunkan biaya transfer internasional hingga 50-60 persen. Ini adalah contoh platform jasa keuangan agar bisnis berjalan lebih efisien dan praktis," kata Akhmad.
 
Country Manager Wallex Indonesia Andy Putra menambahkan hal tersebut bisa dilakukan karena Wallex menerapkan harga transaksi flat sebesar Rp100 ribu per transaksi, jika dibandingkan penyedia layanan tradisional yang menetapkan tarif progresif.
 
Tidak hanya itu, Wallex menawarkan nilai tukar kurs yang kompetitif untuk 40 mata uang asing. Platform fintech ini bisa diakses secara online kapan saja, dan dapat menyelesaikan kegiatan transaksi internasional dalam waktu 1-3 hari.
 

(Des)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif