Kepala Dinas Koperasi dan UMKM DIY Srie Nurkyatsiwi. Foto: Medcom.id/Ahmad Mustaqim.
Kepala Dinas Koperasi dan UMKM DIY Srie Nurkyatsiwi. Foto: Medcom.id/Ahmad Mustaqim.

UMKM Kelompok Difabel Diminta Sinergi untuk Bangkit

Ekonomi UMKM
Ahmad Mustaqim • 26 Juni 2020 18:19
Yogyakarta: Dinas Koperasi dan UMKM Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) berupaya membantu kelompok disabilitas dalam menghidupkan kembali perekonomian. Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang digarap kelompok disabilitas nyaris mati total akibat pandemi covid-19.
 
Kepala Dinas Koperasi dan UMKM DIY Srie Nurkyatsiwi mengatakan fasilitas untuk membantu kelompok disabilitas ini akan menyesuaikan masalah dan kebutuhan di lapangan.
 
"Memberikan bantuan kan tergantung masalahnya. Masalah difabel berbagai macam," kata Srie ditemui di Kantor Dinas Koperasi dan UMKM DIY, Jumat, 26 Juni 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ia mengungkapkan ada masalah di setiap usaha yang dilakukan kelompok disabilitas. Selain terbatas dan bergerak, kelompok tersebut juga tidak kuat dalam pemasaran. Namun, Srie menyebut ada sejumlah produk UMKM kelompok disabilitas yang telah diminati pasar. Misalnya, batik dan produk makanan.
 
"Kita upayakan jaga kualitas dan kontinyuitas. Kalau bisa lokal jadi nasional. Syukur bisa ekspor," ujarnya.
 
Srie mengatakan perlu adanya sinergi untuk kembali mengatrol terpuruknya sektor usaha yang dijalankan disabilitas. Ia juga berharap banyak lembaga untuk berkerja sama.
 
"Kami mendorong UMKM, termasuk difabel bersinergi. Sinergi ini untuk meningkatkan nilai tawar," kata dia.
 
Salah satu difabel pelaku UMKM, Bambang Susilo, mengatakan kelompoknya butuh sokongan untuk bisa kembali bergairah dalam menjalankan perekonomian. Ia mengatakan penurunan sektor UMKM kelompoknya hampir 100 persen.
 
"(Pendapatan) sudah terjun bebas. Berharap pemerintah bisa membantu bangkit untuk memutar usaha," ungkapnya.
 
Bambang mengungkapkan, disabilitas memiliki beragam kelompok usaha. Sebagian masuk dalam organisasi Perkumpulan Pengusaha Disabilitas Indonesia (Perpindo).
 
"Sektor usahanya ada bidang kuliner, transportasi atau rental motor dan mobil. Disabilitas juga ada rencana penghidupan perekonomian sesuai potensi di wilayahnya," kata dia.
 
(AHL)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif