Foto: dok MI.
Foto: dok MI.

UMKM Butuh Alternatif Pembiayaan

Ekonomi umkm fintech
Media Indonesia • 15 Juni 2020 09:16
Jakarta: Pembiayaan bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) telah banyak tersedia. Bahkan, pemerintah telah mengalokasikan kredit usaha rakyat (KUR) mencapai Rp190 triliun dengan bunga enam persen tahun ini.
 
Belum lagi tersedia pinjaman dari Badan Layanan Umum (BLU) hingga Rp30 triliun. Namun, pada kenyataannya belum seluruh UMKM dapat mengakses pembiayaan yang disediakan pemerintah. Untuk KUR saja, yang belum terserap mencapai Rp129 triliun.
 
Oleh karena itu, diperlukan alternatif saluran pembiayaan. Salah satu yang bisa dipertimbangkan ialah melalui perusahaan financial technology atau fintech.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Sebelum covid-19, rapat kabinet pernah membahas alternatif pembiayaan untuk UMKM, terutama untuk usaha mikro dan kecil, yang tidak memiliki aset sebagai modal investasi," ujar Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki dikutip dari Media Indonesia, Senin, 15 Juni 2020.
 
Teten mengakui banyak perusahaan fintech yang sudah membantu usaha mikro dan kecil yang unbankable. Pemerintah, melalui OJK, juga sudah banyak memberikan izin bagi perusahaan fintech. Bila itu disinergikan, manfaatnya bagi UMKM akan terasa hingga bisa naik kelas.
 
Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bobby Gafur menyatakan banyak UMKM yang belum mampu mengakses dana perbankan karena sulitnya memenuhi persyaratan, terutama terkait dengan agunan.
 
"Dengan adanya perusahaan fintech, seharusnya risk profile di perbankan akan terpotong. Di marketplace, kita bisa melihat kinerja UMKM dari trading history yang sudah dihasilkan," kata Bobby.
 
Dengan analisis digital di marketplace, fintech merupakan pintu baru bagi UMKM untuk dapat mengakses permodalan. Bahkan, Bobby menyarakan, bank pelaksana KUR dapat bekerja sama dengan perusahaan fintech mengatasi kesulitan UMKM untuk mengakses KUR.
 
Permasalahan akses kredit terhadap UMKM ini mendesak untuk diselesaikan. Pasalnya, krisis akibat covid-19 berbeda dengan krisis di medio 1998. Kala itu, UMKM berhasil menjadi fondasi perekonomian. Namun, kini justru UMKM menjadi sektor yang paling terdampak, baik dari sisi pasokan maupun permintaan. (M. Ilham Ramadhan Avisena)
 

(AHL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif