Salah satu pelaku UKM sedang mencoba mengembangkan usaha donatnya. Foto: dok Jaringan Wirausaha.
Salah satu pelaku UKM sedang mencoba mengembangkan usaha donatnya. Foto: dok Jaringan Wirausaha.

Menjaga Keberlangsungan UMKM demi Bertahan di Tengah Pandemi

Ekonomi Wirausaha UMKM
Ade Hapsari Lestarini • 30 November 2020 12:34
Jakarta: Masa pandemi merupakan masa-masa yang tidak mudah dilalui khususnya para Usaha Kecil Menengah (UKM). Ketika penjualan produk-produk UKKM kian merosot, tak jarang yang dilakukan adalah menutup usaha, hingga akhirnya melahirkan banyak pengangguran-pengangguran baru di Indonesia.
 
Komunitas UKM dan pengusaha, Jaringan wirausaha (Jawara), terus berupaya mengurangi efek dari pandemi terhadap keberlangsungan usaha UMKM. Komunitas Jawara yang berasal dari Depok ini, terus melakukan kegiatan positif hingga Desember 2020.
 
Para pelaku usaha ini diberi pembekalan untuk dapat terus melanjutkan usahanya dan mampu bertahan di tengah pandemi covid-19. Ketua Umum Jawara Depok Ubaidilah menuturkan pelaku UKM dan UMKM ini diberi pelatihan secara daring. Tak hanya butuh modal, mereka dinilai lebih membutuhkan suntikan semangat.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Para UKM butuh suntikan semangat, suntikan ilmu dan suntikan modal agar bisa tetap semangat dan bertumbuh," ujar lelaki yang akrab disapa Ubay ini, dalam keterangan resminya, Senin, 30 November 2020.
 
Menurut Ubay, antusiasme para UKM mengikuti pelatihan pun sangat besar. Sebanyak 3.200 peserta mengikuti acara yang digelar secara virtual dengan mengambil tema Parade JURUS SUKSES UKM Depok. Peserta diberikan materi-materi praktis untuk mampu bertahan dan meningkatkan penjualan. Mulai dari teknik berjualan di WhatsApp, membuat copywriting, marketplace, Instagram, dan lainnya.
 
"Selain materi-materi yang sifatnya soft skill, komunitas kami juga melakukan pelatihan yang sifatnya hard skill, yaitu pelatihan pembuatan mi ayam dan donat. Mengapa dua jenis usaha ini? Karena pangsa pasarnya luas dan pembuatannya pun tidak terlalu sulit. Selain pelatihan untuk dua produk itu, Jawara juga menyiapkan permodalan berupa booth, bahan baku serta kelengkapan branding dan marketing bagi 25 peserta terpilih," jelasnya.
 
CEO Soto Seger Boyolali Hj Amanah ini menambahkan peserta yang mengikuti pelatihan tersebut juga diseleksi dan dipastikan untuk yang paling membutuhkan dan terdampak pandemi covid-19. Sehingga dapat memperoleh bantuan tersebut.
 
Dirinya berharap setelah pelatihan ini terselenggara, bisa melahirkan lapangan kerja baru. Para peserta yang secara permodalan masih kesulitan pun bisa mendapatkan jalan keluar. Ke depannya, Jawara akan mencoba menghubungkan peserta terpilih yang dimodali oleh Jawara ini dengan lembaga-lembaga permodalan ataupun CSR perusahaan. "Kami berharap ini akan bisa meringankan beban masayarakat," ujar Ubay.
 
Setelah pelatihan ini, Jawara Depok akan terus melakukan pendampingan baik melalui pelatihan-pelatihan penjualan soft skill maupun pendampingan lainnya. Sehingga diharapkan peserta bisa meraih sukses dari program yang diadakan itu.
 
(AHL)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif