Menteri BUMN Rini Soemarno saat meninjau korban banjir di Kelurahan Andir, Bandung. (FOTO: dok Ist)
Menteri BUMN Rini Soemarno saat meninjau korban banjir di Kelurahan Andir, Bandung. (FOTO: dok Ist)

Pertamina Bantu Korban Banjir Bandung

Ekonomi banjir pertamina
Suryopratomo • 10 Maret 2019 18:57
Bandung: Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Mariani Soemarno menyerahkan bantuan bagi sekitar 95 ribu korban banjir di Kelurahan Andir, Bandung.
 
Bantuan yang berasal dari PT Pertamina (Persero) diharapkan bisa membantu warga yang sudah tiga bulan terdampak banjir Sungai Citarum.
 
Rini mengatakan BUMN mempunyai tanggung jawab untuk membantu langsung masyarakat. Gerakan BUMN Peduli ditujukan untuk meringankan beban masyarakat yang mengalami bencana.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Bantuan dalam bentuk bahan makanan merupakan hal yang paling dibutuhkan korban. Masyarakat sendiri membantu para korban dengan membuat dapur umum.
 
Sejauh ini hanya sekitar 2.000 warga yang memilih mengungsi dan tinggal di tempat pemukiman yang disediakan kelurahan. Sebagian besar warga lainnya bertahan ditempat tinggalnya karena khawatir dengan keamanan alat rumah tangga yang dimiliki.
 
Saat meninjau pemukiman yang tergenang banjir, Rini yang didampingi Dirut Pertamina Nicke Widyawati dimintai bantuan elpiji oleh para keluarga korban yang bertahan dirumahnya. Mereka membutuhkan bantuan itu agar bisa tetap memasak makanan.
 
Sementara badan penanggulangan bencana daerah mengharapkan bantuan perahu kecil untuk menyelamatkan warga saat banjir tinggi.
 
Badan Nasional Penanggulan Bencana Nasional (BNPB) menyatakan 22.105 kepala keluarga (KK) di Kabupaten Bandung terdampak banjir. Banjir diakibatkan meluapnya Sungai Citarum, Jawa Barat.
 
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho, mengatakan 22.105 KK terdampak banjir itu tersebar di 10 kecamatan. Kecamatan itu ialah, Dayeuhkolot, Baleendah, Bojongsoang, Rancaekek, Cileunyi, Majalaya, Banjaran, Cicalengka, Kutawaringin, dan Ibun.
 
"Banjir disebabkan luapan Sungai Citarum dan drainase yang tidak mampu mengalirkan aliran permukaan dan tinggi banjir antara 40 cm hingga 280 cm," ujar Sutopo, Jumat, 8 Maret 2019.
 
Sutopo mengatakan meskipun banjir melanda cukup luas dan rumah warga terendam banjir, namun hanya ada 90 KK atau 283 jiwa yang mengungsi.
 
"Sebaran pengungsi sebagai berikut ialah di Kecamatan Dayeuhkolot lima KK atau 17 jiwa, di Kecamatan Baleendah 68 KK atau 226 jiwa dan Kecamatan Bojongsoang 17 KK atau 40 jiwa," katanya.
 
Dia menuturkan banjir yang terus berulang di daerah itu memerlukan penanganan DAS Citarum secara komprehensif apalagi daerah Baleendah dan sekitarnya merupakan permukiman dan industri yang padat penduduknya.

 
Kondisi topografi cekung dengan dasar Sungai Citarum dangkal karena sedimentasi dan seringnya banjir melanda permukiman menyebabkan masyarakat sudah beradaptasi dengan kondisi alam yang ada.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif