Wakil Ketua Komisi I DPR Satya Widya Yudha. (Foto: Medcom.id/Anggi Tondi Martaon)
Wakil Ketua Komisi I DPR Satya Widya Yudha. (Foto: Medcom.id/Anggi Tondi Martaon)

Kilang Cilacap Mampu Kurangi Defisit Transaksi Berjalan

Ekonomi berita dpr
Anggi Tondi Martaon • 13 Mei 2019 18:41
Jakarta: DPR meminta Saudi Arabia serius dalam menindaklanjuti rencana pembangunan kilang minyak di Cilacap. Nilai investasi mencapai USD60 miliar.
 
Desakan itu disampaikan oleh Ketua DPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) usai menerima kunjungan Duta Besar (Dubes) Arab Saudi untuk Indonesia Y.M Esam A Abid Althagafi di ruang pertemuan pimpinan di Gedung Nusantara III Kompleks Parlemen, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Senin, 13 Mei 2019.
 
"Raja Arab Saudi sudah memerintahkan putra mahkota dan putra mahkota memerintahkan Kementerian Energi untuk segera merealisasikan proyek kilang minyak di Cilacap yang bekerja sama dengan Saudi Aramco," kata Bamsoet.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sementara itu, Wakil Ketua Komisi I DPR Satya Widya Yudha menjelaskan wacana pembangunan kilang minyak di Cilacap sudah lama dibahas oleh kedua belah pihak. Namun, realisasi pembangunan terkendala valuasi aset antara PT Pertamina dengan Saudi Aramco.
 
"Maka kita meminta Pertamina menggunakan konsultan independen untuk menghitung aset ini harganya berapa, sehingga dalam proses investasi, Saudi Aramco bisa membayangkan bahwa Indonesia sudah mempunyai aset yang sudah divaluasi dengan baik," kata Satya.
 
Mantan Wakil Ketua Komisi VII DPR itu menjelaskan kilang minyak di Cilacap mampu memproses 300 ribu barel minyak per hari. Diharapkan, kilang tersebut mampu menambah pasokan energi dalam negeri.
 
Satya menyebutkan, keberadaan kilang Cilacap itu nantinya juga dapat mengurangi defisit transaksi berjalan. Seperti diketahui, penyebab utama defisit akun berjalan adalah impor bahan bakar minyak (BBM).
 
"Jadi kita hanya mengimpor minyak mentah saja. Proses jadinya di Indonesia," ucapnya.
 
Selain di Cilacap, kerja sama serupa juga tengah ditindaklanjuti oleh Indonesia dengan perusahaan minyak asal Rusia, Rosneft. Pembangunan kilang minyak rencananya akan dilakukan di Tuban, Jawa Timur. "Itu kita harapkan bisa segera direalisasikan," ujar Satya.

 

(ROS)
MAGHRIB 17:47
DOWNLOAD JADWAL

Untuk Jakarta dan sekitarnya

  • IMSAK04:25
  • SUBUH04:35
  • DZUHUR11:53
  • ASHAR15:14
  • ISYA18:59

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif