APBI gandeng Asosiasi Batu Bara Tiongkok. (FOTO: Medcom.id/Suci Sedya Utami)
APBI gandeng Asosiasi Batu Bara Tiongkok. (FOTO: Medcom.id/Suci Sedya Utami)

Tingkatkan Ekspor, APBI Gandeng Asosiasi Batu Bara Tiongkok

Ekonomi ekspor batu bara
Suci Sedya Utami • 24 Mei 2019 14:06
Jakarta: Asosiasi Pertambangan Batubara lndonesia (APBI) sepakat menjalin kerja sama dengan China National Coal Association (CNCA) untuk mendukung perdagangan dan investasi antara Indonesia dan Tiongkok.
 
Hal tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) yang dilakukan oleh Ketua APBI Pandu Sjahrir dan Vice President CNCA Xie Hongxu, Jumat, 24 Mei 2019. Penandatanganan juga disaksikan oleh pihak Kedutaan Besar RI di Beijing yang dalam hal ini diwakili oleh Deputy Chief of Mission Listyowati.
 
"Kerja sama ini mempunyai arti penting karena melibatkan dua negara penting di sektor industri batu bara dunia di mana Indonesia sebagai negara eksportir batu bara terbesar di dunia sedangkan Tiongkok adalah negara importir terbesar dan juga produsen batu bara terbesar dunia," kata Pandu di kantor APBI, Menara Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat, 24 Mei 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kerja sama ini diharapkan dapat memperkuat kedua negara dalam hal perdagangan dan investasi di sektor pertambangan batu bara yang selama ini terjalin dengan baik. Kerangka kerja sama tersebut tentu sejalan dengan upaya pemerintah dalam mengembangkan perdagangan ekspor limpor kedua negara dan juga investasi pengembangan nilai tambah batu bara yang juga sedang didorong oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
 
Ekspor batu bara merupakan komoditas ekspor nonmigas terbesar kedua RI dan memiliki peran sangat penting di saat perdagangan dunia sedang dalam kondisi pelemahan global yang dibayangi perang dagang antara AS dan Tiongkok. Ekspor batu bara Indonesia ke Tiongkok di 2018 mencapai sekitar 125 juta metrik ton (MT) atau sekitar 25 persen pangsa ekspor batu bara Indonesia. Sedangkan dari sisi Tiongkok, impor dari Indonesia mencakup sekitar 45 persen dari total impor batu bara Tiongkok.
 
Kerja sama APBI dan CNCA berlaku untuk jangka waktu tiga tahun dengan tujuan membangun kerangka kerja sama dalam pertambangan dan pemanfaatan batu bara, pengembangan teknologi lingkungan dan pertukaran personil antara kedua belah pihak. APBI dan CNCA juga akan memberikan dukungan bagi kedua pemerintah dalam kerja sama internasional untuk aspek keselamatan dan kesehatan kerja pertambangan.
 
Para pihak juga sepakat untuk tepat mempertahankan perdagangan yang baik serta juga saling menghormati kebijakan dan regulasi dari masing-masing negara. Dalam pelaksanaan MoU, APBI dan CNCA sepakat untuk menjajaki kerja sama pengembangan clean coal technology serta nilai tambah batu bara dalam skala komersial.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif