Jonan: 7,5 Juta Masyarakat Belum Menikmati Listrik

19 September 2018 08:41 WIB
listrik
Jonan: 7,5 Juta Masyarakat Belum Menikmati Listrik
Menteri ESDM Ignasius Jonan. (FOTO: Medcom.id/Annisa Ayu)
Banten: Selain membantu penerangan, listrik bermanfaat mendongkrak perekonomian masyarakat. Oleh karena itu, pemerintah bertekad tahun depan rasio elekrifikasi di seluruh Indonesia mencapai 99,9 persen agar tidak ada daerah yang tak dialiri listrik.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan mengatakan saat ini sebanyak tiga persen atau 7,5 juta masyarakat Indonesia belum menikmati listrik. Oleh sebab itu, kata dia, negara akan berupaya memenuhi hak mereka, yang ditargetkan rampung akhir 2019.

"Hanya tiga persen masyarakat Indonesia yang belum menikmati listrik sampai hari ini, itu jumlahnya 7,5 juta. Itu yang harus cepat kita selesaikan. Mereka harus menikmati listrik," terang Jonan dalam sambutan pembukaan Power Gen Asia di Tangerang Selatan, Banten, Selasa, 18 September 2018.

Kegiatan yang diinisiasi Masyarakat Ketenagalistrikan Indonesia (MKI) itu sekaligus untuk memperingati Hari Listrik Nasional Ke-73.

Lebih jauh Jonan mengatakan, sebagai salah satu upaya mewujudkan target elektrifikasi itu, sejumlah langkah telah dilakukan. Di antaranya melalui subsidi biaya penyambungan listrik. Tahun ini program itu telah dinikmati 100 ribu orang dengan daya 450 VA.

"2019 kami akan mengusulkan tambahan 2,4 juta pelanggan baru yang sambungannya gratis supaya mereka bisa menikmati listrik. Mestinya dengan ini PLN (Perusahaan Listrik Negara) berterima kasih, lah wong dicarikan pelanggan baru, enggak pakai modal," katanya.

Menurut Jonan, sangat menyedihkan jika membiarkan tiga persen masyarakat tidak mendapatkan energi listrik, sementara kapasitas pembangkit listrik surplus.

"Ditambah lagi 8,5 gigawatt sudah masuk tahap operasional atau commercial operational date (COD) tahun ini," ujarnya.

Sekjen MKI Heru Dewanto mengatakan, sejak 2014, pertumbuhan energi kelistrikan sangat baik. Buktinya, rasio kelistrikan mampu naik menjadi 97,5 persen hanya dalam waktu empat tahun dan tidak ada lagi defisit. "Kondisi ketenagalistrikan Tanah Air bisa dilihat dari laporan Kementerian ESDM, tahun ini rasionya 97,5 persen atau ada peningkatan signifikan ketimbang 2014," tegasnya.

Rasio elektrifikasi ialah perbandingan antara jumlah rumah tangga yang berlistrik dan jumlah keseluruhan rumah tangga Indonesia. Pada awal periode Renstra (Rencana Strategis) Kementerian ESDM Tahun 2010-2014, rasio elektrifikasi hanya 67,15 persen.

Kompor Listrik

Pentingnya listrik juga diutarakan Wakil Presiden Jusuf Kalla. Menurut JK, rasio kelistrikan harus terus ditingkatkan. Dengan begitu, pertumbuhan ekonomi masyarakat merata. "Karena aktivitas harian pakai listrik dan 10 tahun yang akan datang mobil juga akan menggunakan listrik. Dengan begitu, berapa yang dibutuhkannya dan tentu akan mengubah sistem industri," terangnya melalui konferensi video.

Jonan pun mendorong masyarakat menikmati manfaat lain dari energi listrik yang efisien. Misalnya, melalui penggunaan kompor listrik yang lebih murah daripadakompor elpiji. "Saya menganjurkan rekan-rekan di PLN memacu pelanggan baru dan mempromosikan kompor listrik. Pemerintah sangat mendorong supaya konversi dari kompor listrik dari elpiji," terang Jonan. (Media Indonesia)



(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id