Sofyan Basir. (FOTO; Medcom.id)
Sofyan Basir. (FOTO; Medcom.id)

Pemegang Saham PLN Setujui Pengunduran Diri Sofyan Basir

Ekonomi pln kementerian bumn
Suci Sedya Utami • 29 Mei 2019 12:59
Jakarta: Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) menyetujui pengunduran diri Sofyan Basir sebagai Direktur Utama PT PLN (Persero) per 29 Mei 2019.
 
Pelaksana Tugas harian (Plh) Executive Vice President Communications and CSR PLN Dwi Suryo Abdullah mengatakan sejak ditetapkan status penahanan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Senin, 27 Mei 2019, Sofyan kemudian mengirimkan surat pengunduran diri dari jabatan tersebut.
 
Dwi memaparkan pada saat ditetapkan sebagai tersangka dan dinonaktifkan dari jabatan sebagai Direktur Utama PLN, Komisaris PLN kemudian menunjuk Direktur Sumber Daya Manusia (SDM) PLN Muhammad Ali sebagai Plt Direktur Utama. Ali melaksanakan tugas tersebut selama 30 hari hingga 23 Mei lalu.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kemudian pada 23 Mei, Sofyan Basir cuti dan menunjuk Direktur Bisnis Regional Jawa Bagian Tengah PLN Amir Rosidin serta Direktur Perencanaan Korporat PLN Syofvi Felienty Roekman sebagai pelaksana tugas harian (Plh).
 
"Kemudian Pak Sofyan Basir mengajukan pengunduran diri, pada hari ini melalui RUPS surat pengunduran diri Pak Sofyan Basir disetujui," kata Dwi ditemui di Kementerian BUMN, Jakarta Pusat, Rabu, 29 Mei 2019.
 
Baca juga: PLN Tunjuk Djoko Abumanan Jadi Plt Direktur Utama
 
Untuk mengisi kekosongan jabatan tersebut, maka RUPS pun mengangkat Djoko Rahardjo Abumanan sebagai Plt Direktur Utama PLN yang baru. Djoko sebelumnya menjabat sebagai Direktur Bisnis Regional Jawa Bagian Timur, Bali dan Nusa Tenggara PLN. Selain menjabat sebagai Plh Direktur Utama, Djoko juga dipindaktugaskan ke jabatan Direktur Pengadaan Strategis II PLN.
 
"Melalui RUPS mengangkat Pak Direktur Bisnis Regional Jawa Bagian Timur, Bali dan Nusa Tenggara Pak Djoko Rahardjo Abumanan selaku Plt Dirut mulai hari ini sampai ditetapkannya dirut definitif," jelas Dwi.
 
Pada Senin malam, KPK resmi menahan Direktur Utama PT PLN nonaktif Sofyan Basir (SFB), tersangka kasus dugaan korupsi kesepakatan kontrak kerja sama pembangunan PLTU Riau-1.
 
Sofyan yang mengenakan rompi tahanan pasrah dijebloskan ke bui. Dia akan kooperatif mengikuti semua proses hukum yang berjalan di KPK. "Sudah ya, doakan saja, kita ikuti prosesnya," kata Sofyan di Gedung KPK, Jakarta.
 
Juru bicara KPK Febri Diansyah mengatakan Sofyan akan mendekam di rumah tahanan (Rutan) Gedung KPK Merah Putih, untuk 20 hari pertama. Penahanan di lakukan demi kepentingan penyidikan.
 
"SBF ditahan 20 hari pertama di Rutan cabang KPK di belakang gedung Merah Putih KPK Kavling K-4," kata Febri.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif