Illustrasi. Dok : PLN.
Illustrasi. Dok : PLN.

PLN Dorong Pengembangan Listrik Murah Ramah Lingkungan

Ekonomi pln
Suci Sedyautami • 18 Juli 2019 17:44
Jakarta: PT PLN (Persero) mempersilakan jika ada pihak yang mengembangkan energi listrik dengan harga yang murah dan ramah lingkungan.
 
Pelaksana Tugas Direktur Utama PLN Djoko Raharjo Abumanan mengatakan pihaknya mendukung energi murah. Dia bilang energi murah akan diminati banyak orang. "Silakan, kita ingin murah. Kalau murah pasti laku," kata Djoko ditemui di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, Kamis, 18 Juli 2019.
 
Secara terpisah, Plt. Executive Vice President Corporate Communication & CSR PLN Dwi Suryo Abdullah mengatakan PLN tidak menutup kemungkinan untuk belajar dari pihak tersebut dalam mengembangkan energi yang diklaim murah dan ramah tersebut. Sebab sampai saat ini energi baru terbarukan (EBT) dinilai masih lebih mahal dibandingkan energi fosil.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Ini menjadi fenomena batu dalam dunia energi dan teknologi. Patut kita bersyukur apabila hal ini dapat terealisasi dengan sempurna," kata Dwi pada Medcom.id.
 
Baran Energy meluncurkan energi storage system, yakni baterai penyimpanan energi skala besar yang memanfaatkan solar panel untuk menghasilkan energi dari matahari, angin, air, dan sebagainya.
 
Founder dan CEO Baran Energy Victor Wirawan mengatakan teknologi ini sebagai upaya menjawab tantangan pemerintah dalam menerapkan Energi Baru Terbarukan (EBT) sebesar 23 persen pada 2025, serta membantu masyarakat untuk menghemat biaya listrik.
 
"Visi dan misi kita mempercepat penggunaan EBT dan mobilisasi elektrik di Indonesia. Yang biasanya renewable energy itu kesannya tinggi biayanya, kita buat skemanya bagaimana caranya masyarakat tetap bisa memiliki," ujar Victor di XXI Epicentrum Kuningan, Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan, Kamis, 18 Juli 2019.
 
Victor mengklaim menggunakan energi storage system lebih hemat dibandingkan berlangganan listrik. Perusahaannya juga menyediakan garansi selama 10 tahun.
 
"Dengan energi storage biayanya bisa empat kali lipat lebih rendah," tutur dia.
 
Victor berasumsi orang menggunakan listrik 2.000 watt dengan tagihan Rp1,5 juta per bulan. Dalam 20 tahun mendatang maka tagihan yang perlu dibayar hanya sebesar Rp360 juta.
 
"Dengan energi storage, daya 2.000 watt dibanderol dengan harga Rp234 juta yang bisa bertahan sampai 20 tahun," pungkasnya.
 

(SAW)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif