Menteri ESDM Ignasius Jonan. (FOTO: Medcom.id/Desi Angriani)
Menteri ESDM Ignasius Jonan. (FOTO: Medcom.id/Desi Angriani)

Harga Minyak Dunia Tantangan bagi PNBP Migas 2019

Ekonomi minyak mentah
Suci Sedya Utami • 21 Maret 2019 13:37
Jakarta: Pemerintah telah menargetkan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) migas 2019 sebesar Rp168,62 triliun. Target tersebut lebih tinggi dibandingkan realisasi PNBP migas 2018 yang mencapai Rp150,33 triliun.
 
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memandang pencapaian target ini menjadi tantangan tersendiri lantaran rata-rata ICP selama Januari dan Februari 2019 di bawah ICP yang ditetapkan dalam UU APBN 2019 sebesar USD70 per barel.
 
Berdasarkan data Kementerian ESDM, rata-rata ICP selama Januari dan Februari 2019 sekitar USD58 per barel. Mengenai kemungkinan adanya usulan perubahan ICP dalam APBN 2019, Menteri ESDM Ignasius Jonan mengatakan hal tersebut tergantung pada Kementerian Keuangan.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Dua bulan pertama (ICP) tidak tercapai. Kita lihat bulan-bulan selanjutnya bagaimana. Mungkin di Mei atau Juni, saya tidak tahu Menteri Keuangan akan mengajukan perubahan asumsi makro atau tidak," kata Jonan seperti dikutip dari laman resmi Kementerian ESDM, Kamis, 21 Maret 2019.
 
Sementara itu, dalam kurun 2015 hingga 2018, realisasi PNBP migas rata-rata di atas Rp80 triliun atau di atas target. Hanya 2016 yang targetnya tidak berhasil dicapai. "Realisasinya hanya di 2016 yang tidak tercapai. Ini PNBP termasuk apa yang dihasilkan di hulu migas," tutur Jonan.
 
Pada 2018, PNBP migas mencapai Rp150,33 triliun atau jauh di atas target Rp86,46 triliun karena tingginya harga minyak dunia. Sebaliknya, penurunan harga minyak dunia dapat mempengaruhi pencapaian target.
 
"Kalau untuk migas, satu-satunya acuan yang besar itu adalah kenaikan atau penurunan harga minyak mentah. Kalau (harga minyak) ini turun, ya mungkin sangat tidak mudah bagi kita untuk mencapai yang digariskan," tambah Jonan.
 
Meski pencapaian target PNBP migas menghadapi tantangan, Pemerintah telah melakukan kebijakan dan strategi untuk meningkatkan PNBP migas yaitu perubahan kontrak kerja sama bagi hasil dari cost recovery ke gross split.
 
"Ini akan mengurangi pembayaran cost recovery melalui APBN," ujar mantan Menteri Perhubungan ini.
 
Upaya lainnya adalah meningkatkan pengawasan produksi migas, illegal tapping dan illegal drilling, menahan penurunan alamiah lifting migas dengan cara meningkatkan kegiatan pemboran, workover dan well service,serta penerapan EOR.
 
Selain itu, pengendalian cost recovery pada kontrak sistem PSC, mempercepat persetujuan POD, POP, WP&B dan AFE. Juga, peningkatan penawaran WK baru migas, percepatan perpanjangan atau alih kelola kontrak WK produksi migas serta penagihan sisa komitmen pasti yang tidak dilaksanakan.
 

(AHL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif