Direktur Mineral dan Batu Bara Kementerian ESDM Bambang Gatot. (FOTO: MI/Ramdani)
Direktur Mineral dan Batu Bara Kementerian ESDM Bambang Gatot. (FOTO: MI/Ramdani)

IUPK Definitif Freeport Belum Matang

Ekonomi freeport
Annisa ayu artanti • 17 Desember 2018 13:09
Jakarta: Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan hingga kini draf Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) definitif untuk operasi tambang PT Freeport Indonesia belum tuntas.
 
Pemerintah pun belum bisa memastikan kapan IUPK tersebut dapat dikeluarkan. Pasalnya, draf tersebut masih dibahas oleh lintas kementerian yakni Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dan Kementerian Keuangan (Kemenkeu).
 
"Masih dibahas masing-masing. KLHK bahas lingkungan. Kemenkeu bahas keuangan," ujar Direktur Mineral dan Batu Bara Kementerian ESDM Bambang Gatot ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Senin, 17 Desember 2018.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Gatot menuturkan dikeluarkannya IUPK definitif nantinya akan berbarengan dengan pembayaran divestasi saham oleh PT Inalum. Setelah IUPK terbit maka draf itu akan menjadi pedoman Freeport Indonesia menjalankan bisnis hingga 2041.
 
"Nanti bersamaan semua," katanya.
 
Inalum akan membayar divestasi tersebut melalui dana segar yang diperoleh dari penerbitan global bond atau surat utang global.
 
Inalum telah menerbitkan global bond pada awal November lalu dengan nilai USD4 miliar atau setara Rp58,4 triliun (kurs: Rp14.600 per USD). Inalum akan membayarkan divestasi saham 51 persen ke Freeport sebesar USD3,85 miliar.
 

 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif