Freeport Indonesia. Dok;MI.
Freeport Indonesia. Dok;MI.

Pemerintah Janjikan Keluarkan Izin Ekspor Freeport Jumat Ini

Ekonomi freeport
Suci Sedya Utami • 06 Maret 2019 20:06
Jakarta: Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menjanjikan untuk mengeluarkan rekomendasi izin ekspor konsentrat pada PT Freeport Indonesia dan PT Amman Mineral Nusa Tenggara pekan ini. Untuk Freeport izin ekspornya telah habis pada 15 Februari 2019.
 
Direktur Pembinaan dan Pengusahaan Mineral Kementerian ESDM, Yunus Saifulhak mengatakan pihaknya saat ini tengah mengevaluasi hasil laporan dari verifikator terkait persyaratan ekspor. Salah satunya progres pembangunan fasilitas pemurnian dan pengolahan (smelter).
 
"Alhamdulilah sekarang sudah masuk semua per hari ini tapi itupun baru siang selesainya, ini baru dievaluasi," kata Yunus di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu, 6 Maret 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Yunus menjanjikan evaluasi akan dikebut penyelesaian pekan ini. Bahkan, untuk Amman dia bilang bisa lebih cepat dibandingkan evaluasi izin untuk Freeport Indonesia yakni bisa diselesaikan malam ini.
 
"Jumat Insyaallah. Paling enggak minggu ini selesai," tutur Yunus.
 
Yunus merinci produksi konsentrat Freeport tahun ini diperkirakan hanya 1,3 juta ton. Dari jumlah tersebut hanya 200 ribu ton akan diekspor dan sisanya 1,1 juta ton akan diolah di PT Smelting Gresik.
 
Jumlah produksi Freeport memang mengalami penurunan tahun ini dibandingkan tahun lalu mengingat adanya transisi dari tambang Grasberg ke tambang bawah tanah.
 
Yunus mengatakan tahun lalu realisasi produksi bijih tembaga mentah atau ore mencapai 270 ribu ton per hari dengan jumlah produksi konsentratnya mencapai 2,1 juta ton dalam setahun.
 
Dari produksi konsentrat tersebut tahun lalu sebanyak 1,2 juta ton diperuntukan untuk ekspor sedangkan 800 ribu tonnya disalurkan ke PT Smelting Gresik.
 
"Untuk tahun ini berdasarkan RKAB (rencana kerja dan anggaran biaya) yang diajukan terjadi penurunan produksi," jelas Yunus.
 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif