Ilustrasi. (ANTARA FOTO/M Adimaja)
Ilustrasi. (ANTARA FOTO/M Adimaja)

Konsumsi Pertalite & Pertamax di Jatim & Balinus Meningkat 10%

Ekonomi pertalite
Amaluddin • 05 Januari 2017 18:27
medcom.id, Surabaya: Konsumsi bahan bakar khusus milik PT Pertamina (Persero) jenis pertalite dan pertamax meningkat di atas rata-rata harian normal pada Natal dan Tahun Baru 2017 sejak 19 Desember 2016 hingga 2 Januari 2017. Kedua produk itu masing-masing mengalami peningkatan 10 persen dari hari-hari sebelumnya di wilayah Marketing Operation Region V Jawa Timur dan Balinus.
 
"Biasanya rata-rata pada hari-hari biasa, pertamax dengan RON 92 hanya sebesar tujuh persen. Tapi pada Natal dan Tahun Baru kemarin rata-rata naik 10 persen," kata Area Manager Communication & Relation Jatimbalinus Heppy Wulansari, kepada Metrotvnews.com, Kamis (5/1/2017).
 
Heppy menjelaskan, konsumsi pertalite di MOR V Jatim Balinus meningkat 10 persen dari rata-rata harian normal menjadi 6.471 kiloliter (kl). Sedangkan Pertamax meningkat tujuh persen dari rata-rata harian normal menjadi 3.956 kl.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut Heppy, meningkatnya konsumsi BBK jenis pertalite dan pertamax menunjukkan bahwa konsumen sangat memperhatikan kualitas dan performa bahan bakar untuk kendaraannya.
 
"Kami sangat mengapresiasi masyarakat yang makin mempercayakan bahan bakar kendaraannya kepada bahan bakar khusus seperti pertalite dan pertamax," tutur Heppy.
 
Peningkatan konsumsi pertalite terbesar terjadi di daerah wisata Bali dan Nusa Tenggara Barat sebesar 40 persen dari rata-rata harian normal. Sementara untuk pertamax, wilayah yang mengalami kenaikan paling tinggi adalah di Nusa Tenggara Barat sebesar 22 persen.
 
Sedangkan di wilayah Bali, pertamax mengalami kenaikan 12 persen dari rata-rata normal harian, dan di Jatim mengalami kenaikan lima persen pada masa libur Natal dan Tahun Baru 2017.
 
"Kenaikan konsumsi BBM ini dapat terlayani dengan baik, terutama karena Pertamina telah menyiapkan antisipasi sebelumnya, termasuk melakukan koordinasi dengan pihak terkait untuk melancarkan penyaluran BBM, terutama terkait waktu pengiriman dan ketersediaan armada," jelas Heppy.
 
Kondisi sebaliknya dialami BBM jenis premium dan solar. Premium pada masa Natal dan tahun baru mengalami penurunan sebesar empat persen dari rata-rata harian normal. Sementara untuk solar mengalami penurunan konsumsi sebesar enam persen dari rata-rata harian normal.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif