Suasana diskusi biofuel dan fuel quality ISO. Foto: Husen Miftahudin/Medcom.id
Suasana diskusi biofuel dan fuel quality ISO. Foto: Husen Miftahudin/Medcom.id

Indonesia Diminta Turunkan Kadar Sulfur Bahan Bakar Kapal

Ekonomi kapal
Husen Miftahudin • 27 Juni 2019 11:26
Jakarta: Indonesia diingatkan agar siap menghadapi regulasi International Marine Organization (IMO) yang menetapkan kadar sulfur rendah pada bahan bakar kapal. Regulasi tersebut mulai diterapkan pada 1 Januari 2020.
 
Peraturan IMO mewajibkan kapal-kapal Indonesia menggunakan bahan bakar berkadar sulfur rendah. Tujuannya, mengurangi tingkat polusi udara.
 
"Dengan ketentuan ini pemilik kapal harus sudah melakukan rencana perubahan pada kapal-kapal mereka, dengan batas waktu 3-6 bulan sebelum tahun 2020," ujar Ketua Asosiasi Pemilik Pelayaran Nasional (INSA) Johnson Sutjipto dalam keterangannya di Jakarta, Kamis, 27 Juni 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


IMO menetapkan bahan bakar yang digunakan harus memiliki kadar sulfur 0,5 persen pada 1 Januari 2020. Pada saat ini kapal-kapal di Indonesia masih menggunakan bahan bakar berkadar sulfur 3,5 persen.
 
Dalam seminar 2020 Sulfur Cap Fuels and Lubricants and Biofuel and Fuel Quality ISO 8217, Johnson meminta para pemilik kapal untuk siap menghadapi regulasi IMO tersebut. Pemilik kapal harus menyiapkan mesin kapal sesuai regulasi.
 
Menurut dia, Indonesia baru mengadopsi sebagian regulasi IMO dengan mewajibkan kepada kapal-kapal yang beroperasi ke luar negeri. Kapal-kapal tersebut wajib menggunakan bahan bakar rendah sulfur.
 
"Jadi hanya sekitar 3-5 persen kapal yang terdampak dengan aturan IMO tersebut," tutur Johnson.
 
Di sisi lain, sebut Johnson, pemberlakuan aturan tersebut harus didukung pasokan bahan bakar rendah sulfur dari Pertamina. Termasuk menetapkan pelabuhan mana saja yang nantinya menyediakan bahan bakar bersulfur rendah.
 
Sayangnya, harga bahan bakar dengan kadar sulfur rendah diperkirakan dua kali lipat lebih mahal dari bahan bakar yang dipakai pemilik kapal Indonesia.
 
Seminar 2020 Sulfur Cap Fuels and Lubricants and Biofuel and Fuel Quality ISO 8217 diselenggarakan PT Inco Global Nusantara bersama perusahaan oli Gulf Marine, dan perusahaan produksi mesin-mesin kapal dari Jepang, Mitsui E&S. Inco Global Nusantara merupakan distributor tunggal di Indonesia untuk Gulf Oil Marine dan Mitsui. INCO juga menyediakan jasa perawatan mesin serta suku cadang untuk mesin-mesin kapal.
 
"Ini adalah seminar yang merangkul semua pihak, baik pemilik kapal, produsen oli dan mesin-mesin kapal, serta para ahli di bidang perawatan mesin kapal," jelas Direktur PT Inco Global Nusantara, Tania Ho.
 
Tania mengatakan, seminar tersebut untuk menjembatani berbagai persoalan terkait penggunaan bahan bakar, dan memberi pengetahuan para pemilik kapal untuk menghadapi regulasi IMO terkait bahan bakar bersulfur rendah pada 2020.
 

(AZF)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif