Illustrasi. Dok : AFP.
Illustrasi. Dok : AFP.

Penyaluran BBM di Momen Natal dan Tahun Baru Menurun

Ekonomi bbm bersubsidi natal dan tahun baru
Suci Sedya Utami • 08 Januari 2019 20:57
Jakarta: Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) melaporkan hasil posko nasional sektor Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) pada momen natal dan tahun baru. 

Anggota Komite BPH Migas Hendry Ahmad mengatakan momen natal dan tahun baru kali ini memang sedikit berbeda dari tahun-tahun sebelumnya karena ada musibah Tsunami di Selat Sunda. Dia mengatakan bencana tersebut membuat usaha pemerintah untuk menambah pasokan energi menjadi tambah berat.

"Kita cukup kelabakan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat BBM, LPG serta listrik," kata Handry di kantor BPH, Tendean, Jakarta Selatan, Selasa, 8 Januari 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?



Namun demikian, kata Hendry, tidak terjadi kelangkaan pasokan energi. Memang diakui dirinya ada keterlambatan pengiriman terutama untuk BBM jenis Premium. Hal tersebut merupakan masalah yang dikeluhkan masyarakat. Namun pasokan Premium di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) tetap terjaga. "Premium itu memiliki covered days (ketahanan pasokan) 21 hari, Pertalite 22 hari, Solar 24 hari, Gasolin 79 hari dan Pertamax Turbo 77 hari, kemudian Pertamax memiliki ketahanan stok selama 26 hari, Pertamina Dex 29 hari, Dexlite itu 27 hari dan Avtur 30 hari," tutur dia.

Untuk penyaluran Premium meningkat 3,6 perasn dibanding hari biasa atau daily objective throughput (DOT). Pertalite turun 1,5 persen, Pertamax turun 2,7 persen, Pertamax Turbo turun 7,7 persen, Solar turun 16 persen, Dexlite turun 53,2 persen, Pertamina Dex naik 4,7 persen. Sedangkan Kerosene turun 27,5 persen, serta Avtur turun 4,4 persen.

Tetersedian pasokan LPG juga terjamin meski diakui terjadi penurunan penyaluran.  Realisasinya penyalurannya masih kurang dari target yang ditargetkan yaitu sebesar 3,2 persen. Rata-rata penyaluran elpiji selama nataru sebesar 20.631 metrix ton, dengan kondisi stok LPG normal sebesar 396.587 metrix ton dengan daya tahan selama 19 hari.

Sementara itu terkait listrik, meskipun saat bencana beberapa tiang mengalami kerusakan namun tim dari PLN dan Ditjen Ketenagalistrikan mampu membenahi dalam waktu empat hari pascakejadian. Artinya suplai listrik kala itu sudah siap untuk dialirkan ke rumah-rumah. 

"Namun persoalannya, rumah-rumahnya belum siap menerima listrik karena rumahnya mengalami kerusakan tapi begitu rumahnya selesai maka PLN sudah siap untuk memasang instalasi ke rumah-rumah tersebut," jelas dia.



(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi