Illustrasi. Dok : AFP.
Illustrasi. Dok : AFP.

Harga Minyak Tertekan di Tengah Ketegangan Geopolitik

Ekonomi minyak mentah
12 Mei 2019 16:47
Houston: Harga minyak dunia sedikit melemah untuk pekan yang berakhir 10 Mei, dengan harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Juni turun 0,45 persen dan minyak mentah Brent untuk pengiriman Juli turun 0,32 persen.
 
Dikutip dari Antara, Minggu 12 Mei 2019 pada akhir pekan, WTI turun menjadi USD61,66 per barel di New York Mercantile Exchange, sementara minyak mentah Brent ditutup ke USD70,62 per barel di London ICE Futures Exchange. WTI dan Brent telah meningkat masing-masing 35,79 persen dan 31,26 persen, sepanjang tahun ini.
 
Selama minggu ini, WTI dan Brent bergerak pada umumnya ke arah yang sama, kecuali Kamis, 9 Mei dan Jumat, 10 Mei ketika WTI turun dan minyak mentah Brent naik di tengah tanda-tanda pengetatan pasar energi global dan ketegangan geopolitik.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pada Kamis dan Jumat, WTI turun USD0,42 dan USD0,04 menjadi USD61,70 dan USD61,66 per barel, sementara minyak mentah Brent naik USD0,02 dan USD0,23 menjadi ditutup pada USD70,39 dan USD70,62 per barel.
 
Harga minyak terus mendapatkan momentum sejak awal tahun karena beberapa kekhawatiran geopolitik, tetapi momentumnya melambat dalam dua minggu terakhir, terutama karena kekhawatiran atas penurunan permintaan minyak mentah.
 
Selain itu, kenaikan dolar AS telah menyeret turun minyak mentah berjangka berdenominasi greenback, karena Indeks Dolar AS telah mempertahankan tren kenaikannya dalam beberapa bulan terakhir, meskipun indeks ditutup turun untuk minggu ini di level 97,20.
 
Indeks Dolar AS adalah ukuran nilai dolar AS relatif terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya. Minyak sebagian besar diperdagangkan dalam dolar di seluruh dunia dan dolar yang lebih kuat menekan permintaan minyak.
 
Dalam waktu dekat, pertumbuhan permintaan dan masalah geopolitik adalah faktor penting untuk mempengaruhi harga minyak. OPEC dan Badan Energi Internasional (IEA) percaya bahwa permintaan minyak dunia akan terus naik di tahun-tahun mendatang, meskipun OPEC telah merevisi turun permintaan pertumbuhan pasar minyak dunia.
 
Dalam minggu mendatang, para analis percaya pemotongan produksi yang sedang berlangsung oleh OPEC dan Rusia, serta sanksi-sanksi AS terhadap Venezuela dan Iran akan terus memainkan peran mereka dalam memperketat pasokan global, yang pada gilirannya akan memberikan dorongan terhadap harga minyak.
 

(SAW)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif