Target 23% Energi Terbarukan Diramal tak Tercapai
Ilustrasi. (FOTO: AFP)
Jakarta: Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) memperkirakan target pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT) sebesar 23 persen di 2025 takkan tercapai.

Deputi Bidang TIEM BPPT Eniya Listiani Dewi mengatakan fakta saat ini penggunaan EBT saat ini masih sangat rendah. Dari outlook energi yang dikeuarkan BPPT, bahkan hingga 2025 belum mencapai 15 persen.

"Sampai tahun itu prediksinya masih 12,9 persen. Bagaimana mau mengejar 23 persen, padahal tinggal tujuh tahun lagi," kata Eniya dalam diskusi energy outlook di Kemenko Perekonomian, Jakarta Pusat, Selasa, 23 Oktober 2018.

Eniya mengatakan bahkan hingga 2050 diperkirakan kontribusi EBT hanya sekitar 14,9 persen. Sementara peak kontribusi tertinggi diperkirakan pada 2044 sebesar 15,7 persen.

Oleh karenanya dia mengatakan pemanfaatan energi terbarukan perlu digenjot demi menjawab tantangan target 23 persen tersebut. Dia melihat masih banyak yang bisa dimaksimalkan.

Dalam kesempatan yang sama Group Chief Economist British Petroleum (BP) Spencer Dale mengatakan negara-negara lain berhasil mengembangkan energi terbarukan sebagai sumber energi. Menurutnya hal tersebut juga bisa dilakukan oleh Indonesia.

Dia menilai energi geotermal dan juga panas bumi menjadi istimewa di Indonesia. Energi tersebut bisa lebih dikembangkan untuk memperbesar porsi energi terbarukan di Indonesia.

"Jadi saya pikir ada berbagai macam energi yang dapat dieksplorasi di sini," jelas Spencer.

 



(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id