APBI: Semua Anggota Sudah Patuhi Aturan DMO Batu Bara
Pekerja beraktivitas di perusahaan penimbunan batu bara (ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan)
Jakarta: Asosiasi Pengusaha Batu Bara Indonesia (APBI) mengklaim semua anggota APBI sudah menjalankan aturan DMO batu bara untuk pembangkit listrik. Adapun langkah tersebut dilakukan dalam rangka memenuhi ketentuan pemerintah guna memaksimalkan ketersediaan listrik di Tanah Air.

Pernyataan APBI ini guna merespons pernyataan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) (Persero) yang mengatakan kebijakan DMO batu bara untuk pembangkit listrik belum terimplementasi secara optimal karena beberapa perusahaan batu bara belum menjalankan aturan DMO tersebut.

"Kalau dari anggota-anggota kami yang pemasok terbesar APBI, sebanyak 80-85 persen mereka komitmen jalan. Cuma kita enggak tauh yang di luar (APBI) ini," ungkap Direktur Eksekutif Asosiasi Hendra Sinadia, di Hotel Kempinski, Jakarta, Rabu malam, 23 Mei 2018.

Aturan mengenai DMO batu bara tercantum dalam Keputusan (Kepmen) ESDM Nomor 1395 K/30/MEM/2018 tentang Harga Jual Batu Bara Untuk Penyediaan Tenaga Listrik untuk Kepentingan Umum. Dalam beleid itu harga USD70 per ton dipatok untuk pembangkit listrik.

Hendra menjelaskan sejak aturan tersebut dikeluarkan anggota APBI langsung menjalankannya dan langsung mengirimkan batu bara sesuai dengan kebutuhan pembangkit sesuai harga yang ditetapkan pemerintah.

"Iya (negosiasi) sama harga juga oke. Sekarang kontraktualnya saja yang disepakati dengan PLN mereka lakukan. Bahkan dengan surat menteri kemarin kita monitor dan kita cek mereka sudah jalankan. Cuma yang di luar itu kami tidak tahu perusahaan yang dikeluhkan PLN," tutup Hendra.

 



(ABD)