Pelaksanaan Tugas (Plt) Direktur Utama PLN Djoko Raharjo Abumanan. (FOTO: Medcom.id/Suci Sedya Utami)
Pelaksanaan Tugas (Plt) Direktur Utama PLN Djoko Raharjo Abumanan. (FOTO: Medcom.id/Suci Sedya Utami)

PLN Tidak Bangun PLTSa

Ekonomi pln Pembangkit Listrik Tenaga Sampah
Suci Sedya Utami • 18 Juli 2019 15:11
Jakarta: PT PLN (Persero) menyatakan pihaknya tidak membangun pembangkit listrik tenaga sampah (PLTSa). Pembangunan PLTSa merupakan kewenangan dari pemerintah daerah (pemda) yang memiliki bank sampah di daerahnya.
 
Pelaksanaan Tugas (Plt) Direktur Utama PLN Djoko Raharjo Abumanan mengatakan tugas PLN yakni membeli listrik dari yang dihasilkan oleh PLTSa tersebut. Adapun pihak yang membangun PLTSa tersebut bisa melalui skema Independent Power Producer (IPP) atau dibangun oleh pihak swasta yang kemudian listriknya dibeli oleh PLN.
 
"Yang punya sampah pemda, pemda yang cari mitra, PLN tinggal beli saja. Fasilitas terserah di sana mau pakai BUMD atau cari mitra kek, PLN cuma wajib beli listriknya," kata Djoko di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusatnya, Kamis, 18 Juli 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 35 Tahun 2018 tentang Percepatan Pembangunan Instalasi Pengolah Sampah Menjadi Energi Listrik Berbasis Teknologi Ramah Lingkungan diatur bahwa PLN membeli listrik dengan harga USD13,3 kWh.
 
Djoko mengatakan pemanfaatan sampah menjadi energi listrik merupakan opsi terakhir apabila sampah tersebut tidak memenuhi prinsip 3R yakni reduce, reused,dan recycle. Sampah tersebut dikeringkan dan dibuat pelet atau briket untuk kemudian dijadikan sebagai bahan bakar pembangkit.
 
Sebanyak 12 kota telah dipilih sebagai awal pembangunan instalasi pengolah sampah menjadi energi listrik berbasis teknologi ramah lingkungan, yaitu wilayah Provinsi DKI Jakarta, Kota Tangerang, Kota Tangerang Selatan, Kota Bekasi, Kota Bandung, Kota Semarang, Kota Surakarta, Kota Surabaya, Kota Makassar, Kota Denpasar Bali, Kota Palembang, dan Kota Manado. Djoko bilang saat ini tiga kota telah menetapkan PLTSa yakni Bali, Surabaya, dan Semarang yang sedang berprogres.
 
Sebelumnya Presiden Joko Widodo geram pemanfaatan sampah menjadi energi listrik hingga kini belum ada progres nyata. Padahal, hal tersebut seringkali dibahas dan dirapatkan di Istana.
 
Jokowi lalu meminta para menteri serta kepala daerah untuk mengungkapkan faktor yang menghambat pembangunan PLTSa.Hal ini disampaikan Jokowi saat memimpin rapat terbatas di Kantor Presiden Jakarta, Selasa kemarin.
 
"Rapat terbatas mengenai sampah ini sudah kita lakukan. Seingat saya sudah enam kali sejak saya jadi Wali Kota. Saya ngomong apa adanya. Urusan sampah ini juga sudah ingin kita selesaikan, ingin kita kerjakan," kata Jokowi.
 
Sebagai gambaran, anak usaha PLN yakni Indonesia Power memiliki program Corporate Social Responsibility (CSR) bernama TOSS (Tempat Olah Sampah Setempat) yang memberdayakan masyarakat sekitar untuk mengolah sampah menjadi pelet yang bisa dimanfaatkan untuk bahan bakar kompor untuk memasak. Bahkan saat ini pelet sudah mulai dimanfaatkan untuk campuran batu bara low rank sebagai energi primer pembangkit listrik.
 
Selain dimanfaatkan untuk pembangkit di Bali, sejumlah pelet saat ini juga telah dikirim ke PLTU Jerangjang Lombok, sebagai upaya untuk memanfaatkan sampah sebagai campuran batu bara pada PLTU Jeranjang sehingga bisa menurunkan BPP di samping mampu mengatasi permasalahan sampah berapa pun volumenya di Kabupaten Klungkung.
 
PLN menargetkan penggunaan pelet untuk campuran batu bara di PLTU Jeranjang bisa mencapai lima persen dari kebutuhan total batubara PLTU. Penggunaan pelet diakui lebih murah dibandingkan batu bara. Sebagai gambaran, harga batu bara per kg mencapai Rp700 per kg. Sedangkan untuk harga pelet hanya Rp300 per kg.
 
"Saat ini masih dalam tahapan uji coba. Sasarannya tidak hanya sekadar hemat, tujuannya adalah PLN bisa mengatasi permasalahan sampah yang saat ini menjadi masalah utama di masing-masing daerah, dan membuka lapangan kerja," ungkap Plt Executive Vice President Corporate Communication & CSR PLN Dwi Suryo Abdullah.
 

(AHL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif