Ilustrasi. (FOTO: AFP)
Ilustrasi. (FOTO: AFP)

Pertamina Serap 141 Ribu Barel Minyak Mentah Dalam Negeri

Ekonomi pertamina
Suci Sedya Utami • 28 Mei 2019 14:39
Jakarta: PT Pertamina (Persero) telah menyerap minyak mentah (crude) jatah kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) di dalam negeri sebesar 141 ribu barel per hari hingga Mei 2019.
 
"Pertamina sudah menyerap 141 barel minyak per hari dari 33 KKKS," kata VP Communication Pertamina Fajriyah Usman kepada wartawan, di Gedung Pertamina, Jakarta, Senin malam, 27 Mei 2019.
 
Jumlah tersebut meningkat dari penyerapan sebelumnya pada awal bulan yang sebesar 135 ribu barel per hari. Perseroan menargetkan untuk menyerap seluruh minyak mentah KKKS dalam negeri pada Juli 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati mengatakan dari total minyak mentah jatah KKKS yang seharusnya diekspor sebesar 225 ribu barel per hari. "Masih ada yang belum deal sehingga nanti Juli keseluruhannya yang 225 ribu barel per hari bisa diambil semua," kata Nicke.
 
Nicke mengatakan sisa minyak mentah tersebut belum terserap semua saat ini, lantaran harus melalui negosiasi dengan masing-masing KKKS. Sebab jual beli minyak mentah ini bersifat business to business (B to B) antara Pertamina dan KKKS.
 
"Sisa crude domestik yang belum diambil, lagi di nego karena sifatnya B to B, enggak bisa secara paksa," jelas Nicke.
 
Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sember Daya Mineral (ESDM) sebelumnya telah mengeluarkan aturan yang mewajibkan KKKS untuk menawarkan produksi minyak mentah bagiannya yang diekplorasi di dalam negeri kepada Pertamina.
 
Menteri ESDM Ignasius Jonan mengatakan langkah ini dilakukan sebagai salah satu cara untuk mengurangi impor minyak dan gas yang selama ini dilakukan oleh Pertamina. Impor minyak dan gas selama ini tinggi dan menjadi penyumbang defisit neraca transaksi berjalan.
 
"Masa yang dari produksi kita di dalam dilelang di Singapura. Pertamina yang butuh minyak mentah malah beli dari Singapura," kata Jonan pada September tahun lalu.
 
Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar menambahkan produksi minyak mentah yang menjadi bagian KKKS sekitar 225 ribu-230 ribu barel per hari. Arcandra menilai potensi penghematan devisa untuk membayar impor berasal dari biaya transportasi.
 
Dia mengatakan jika melakukan impor, Pertamina dikenakan harga USD70 per barel, termasuk biaya untuk transportasi. Namun jika membeli di produksi yang ada di dalam negeri milik KKKS, harganya sesuai dengan pasaran tetapi ditambah biaya transportasi yang per barel sebesar USD3-USD4 per barel.
 
Arcandra melanjutkan harga pembelian minyak mentah tersebut yang nantinya diserahkan kepada Pertamina dan KKKS yang bersangkutan akan bersifat B to B.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif