Ilustrasi - - Foto: AFP
Ilustrasi - - Foto: AFP

Lapangan Seret, Lifting Minyak 2020 Merosot

Ekonomi migas skk migas
Suci Sedya Utami • 21 Juni 2019 17:35
Jakarta: Pemerintah mengusulkan target produksi siap jual (lifting) minyak di 2020 sebesar 734 ribu barel per hari (BOPD). Usulan tersebut pun telah disetujui oleh Komisi VII DPR.
 
Besaran lifting di tahun depan mengalami penurunan dari outlook lifting di tahun ini yang sebesar 754 ribu BOPD dan juga target di Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2019 yang sebesar 775 ribu BOPD.
 
Kepala Satuan Kerja Khusus Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas (SKK Migas) Dwi Soetjipto mengatakan penurunan tersebut sejalan dengan enurunan produksi (decline) lapangan-lapangan migas di tanah air.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Memang ladang-ladang kita yang dalam posisi decline," kata Dwi di Jakarta.
 
Dari data SKK Migas yang dikutip Jumat, 21 Juni 2019, ada beberapa wilayah kerja (blok) utama yang diperkirakan mengalami penuruan lifting. Misalnya saja Blok Rokan yang dioperatori oleh Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) PT Chevron Pacific Indonesia.
 
Tahun depan lifting dari blok ini diperkirakan sebesar 170,7 ribu BOPD. Perkiraan tersebut lebih rendah dibanding outlook lifting FDI tahun 2019 sebesar 186,9 ribu BOPD.
 
"Rokan memang trennya dalam posisi decline cukup besar sejak 2017 ke 2018 kemudian 2019 termasuk 2020, karema di sini juga masa transisi akan terjadi sehingga ada risiko yang terjadi di masa transisi," tutur Dwi.
 
Operasional Rokan memang di 2021 akan diambil alih oleh PT Pertamina (Persero). Namun transisi operasional antara Chevron dan Pertamina sudah mulai dilakukan saat ini.
 
Kemudian Blok Mahakam yang dioperatori Pertamina Hulu Mahakam juga diramal mengalami penurunan di tahun depan dari outlook di 2019 sebesar 35,7 ribu BOPD menjadi 30,1 ribu BOPD. Dwi mengatakan sebetulnya banyak sumur migas di blok ini yang telah dilakukan pemboran. Namun belum memberikan dampak seperti yang diharapkan.
 
Kendati lifting minyak mengalami kemunduran, namun lifting gas bumi di tahun depan ditargetkan meningkat delapan persen dari outlook 2019 yang sebesar 1,072 juta barel setara minyak per hari (BOEPD). Tahun depan lifting gas sebesar 1,159 juta BOEPD.
 
Dengan kenaikan lifting gas tersebut membuat lifting migas di 2020 ditargetkan meningkat dari outlook 2019 sebesar 1,826 juta BOEPD menjadi 1,893 juta.
 

 

(Des)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif