Menteri ESDM Ignasius Jonan melihat spek mobil listrik besutan Institut Teknologi Nasional (Itenas) Bandung, Sabtu (27/4). (Foto: dok Humas Kementerian ESDM/Setkab)
Menteri ESDM Ignasius Jonan melihat spek mobil listrik besutan Institut Teknologi Nasional (Itenas) Bandung, Sabtu (27/4). (Foto: dok Humas Kementerian ESDM/Setkab)

Pemerintah Dorong Harga Mobil Listrik Makin Murah

Ekonomi mobil listrik
29 April 2019 08:35
Jakarta: Mobillistrik diyakini akan mendorong diversifikasi bahan bakar kendaraan dari BBM (Bahan Bakar Minyak) ke listrik yang berdampak signifikan bagi kualitas udara. Tak hanya itu, keberadaan mobil listrik juga akan menurunkan volume impor BBM.
 
"Karena nilai strategis inilah, Pemerintah terus mendorong penggunaan kendaraan listrik yang memiliki emisi rendah hingga dapat bersaing dengan kendaraan konvensional,” kata Menteri ESDM Ignasius Jonan, seperti dikutip dari laman Sekretariat Kabinet (Setkab), Senin, 29 April 2019.
 
Jonan pun melakukan uji coba mobil listrik jenis Crossover yang dinamakan EVHERO dan jenis Sportcar V8 VADI, besutan Institut Teknologi Nasional (Itenas) Bandung. Dia mengakui tantangan terbesar mobil listrik adalah masalah harga.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kalau harga mobil listriknya Rp1,5 miliar, siapa yang mau beli, atau Rp750 juta, siapa yang bisa beli, itu kan dua kali harga (mobil jenis) kijang," ujarnya.
 
Namun demikian mobil listrik sangat diperlukan karena konsumsi BBM terus meningkat seiring pertumbuhan jumlah kendaraan bermotor juga penguatan infrastuktur jalan raya. Menurut Jonan, ke depan sulit mengimbangi kenaikan kebutuhan atau konsumsi BBM. Salah satu jalan untuk mengurangi impor BBM atau impor minyak mentah itu adalah dengan mobil listrik.
 
Mobil listrik diyakini Jonan akan dapat mengurangi polusi dan impor BBM secara signifikan jika pemakaiannya sudah masif karena bahan bakarnya adalah listrik yang seluruh komponen untuk penyediaan listriknya tersedia di dalam negeri.
 
"Seluruh sumber energi primer untuk pembangkit listrik seluruhnya ada di dalam negeri seperti batu bara, matahari, gas bumi, panas bumi, angin dan air. Semuanya ada dan dimiliki Indonesia, sehingga impor BBM-nya semakin hari tidak semakin tinggi. Tugas kita mengendalikan agar impor BBM-nya dalam kapasitas yang terukur, karena kalau tidak, semakin lama semakin tinggi," jelas Jonan.
 
Terkait dengan ketersediaan Stasiun Pengisian Listrik Umum (SPLU) untuk charging mobil listrik, Menteri Jonan memastikan akan tercukupi karena menurut Jonan saat ini cadangan listrik terpasang sudah lebih dari 30 persen dan menyediakan SPLU bagi PLN sama seperti menjual listrik biasa.
 
"Cadangan listrik terpasang saat ini sudah mencapai lebih dari 30 persen karena itu jika ditanyakan apakah listriknya tersedia untuk membangun fasilitasi SPLU, saya jawab cukup karena listriknya sama," jelas Jonan.
 
"Membangun fasilitas charging itu mudah, kalau mau PLN itu bisa bangun lebih dari sekarang yang sudah mencapai 1.600 SPLU di Jabodetabek dan kota besar. Termasuk membangun SPLU di luar Jawa, jika ada demand-nya kendaraan listrik kita siap," pungkas Jonan.
 

(AHL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif