Capaian Investasi di EBTKE Baru 40%
Dirjen EBTKE Kementerian ESDM Rida Mulyana. (FOTO: MI/Irfan)
Jakarta: Realisasi investasi di sektor Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) hingga kuartal III-2018 baru mencapai 40 persen.

Dirjen EBTKE Rida Mulyana mengatakan target investasi di sektor EBTKE tahun ini mencapai sebesar USD2,01 miliar. Artinya realisasinya baru sekitar USD800 juta.

"Kita baru mencapai hampir 40 persen (sektor EBTKE) dari target USD2 miliar lebih," kata Rida di Ditjen EBTKE, Cikini, Jakarta Pusat, Jumat, 26 Oktober 2018.

Rida mengakui ada kendala yang membuat investasi di sektor EBTKE belum optimal. Salah satunya adanya penundaan pengeboran untuk geotermal. Padahal geotermal merupakan komponen investasi yang signifikan.

Selain itu adanya Peraturan Menteri (Permen) ESDM Nomor 50 Tahun 2017 mengenai pemanfaatan sumber energi baru terbarukan untuk penyediaan tenaga listrik juga dinilai perlu dikaji dan direvisi. Rida mengatakan opsi tersebut terbuka.

Namun demikian, dia mengatakan untuk investasi di energi panas bumi diyakini akan sesuai target USD1,2 miliar. Menurut dia secara keseluruhan akan didominasi oleh investasi panas bumi.

"Panas bumi dicapai. Porsi panas bumi itu 60-65 persen dari total investasi EBTKE. Kalau yang lain karena masalah daftar proyeksi terseleksi (DPT) dan Permen juga," jelas dia.

Adapun realisasi investasi di sektor EBTKE memang mengalami pasang surut. Pada 2017 capaiannya sebesar USD1,34 miliar. Di 2016 mencapai USD1,57 miliar. Sementara di 2015 sebesar USD1,03 miliar dan 2014 sebesar USD640 juta.

 



(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id