Menilik Sejarah Kota Minyak

Balikpapan, Kota Penghasil Minyak sejak Perang Dunia II

Ade Hapsari Lestarini 17 April 2018 19:12 WIB
pertamina
Balikpapan, Kota Penghasil Minyak sejak Perang Dunia II
Pekerja Pertamina menjelaskan kepada pengunjung foto-foto sejarah di Rumah Cagar Budaya Dahor. (FOTO: dokumentasi Pertamina)
Jakarta: Balikpapan menjadi kota yang penting di era perang dunia II karena merupakan penghasil minyak. Kota Beriman ini pun dijuluki Kota Minyak. Namun sayang, masih banyak yang belum mengetahui sejarahnya.

Mengenal lebih dekat Kota Minyak sebagai potret sejarah Balikpapan, dibangunlah Rumah Cagar Budaya (RCB) Dahor agar masyarakat mempunyai wadah untuk bernostalgia.

Pada 2016, masyarakat dapat mengenal lebih dekat sejarah kota jajahan Belanda dan Jepang tersebut. Pada tahun ini telah diresmikan RCB Dahor. Rumah panggung yang awalnya merupakan hunian untuk karyawan dinas Pertamina di Balikpapan pun disulap menjadi sebuah museum.

Di dalam rumah yang terletak di Jalan Dahor terpampang potret hitam putih yang tersusun rapi. Koleksi foto yang dipajang di dalam menggambarkan kondisi Balikpapan saat mulai berdiri ratusan tahun lampau. Kilang minyak tua hingga lokasi-lokasi yang kini telah berubah tergambar apik dalam foto-foto yang dipajang di dinding partisi.

Nuansa vintage kental terasa karena barang-barang kuno juga dipajang. Cerita sejarah Kota Balikpapan itu pun akan dibawa ke nasional. Pasalnya, rumah dinas karyawan Pertamina di Balikpapan yang kini difungsikan sebagai cagar budaya oleh Pemkot Balikpapan mendapat kesempatan terlibat dalam pameran museum se-Indonesia yang ke-6.

Region Manager Com & CRS Pertamina Kalimantan Yudy Nugraha mengatakan dalam event tahunan yang dihelat di Taman Mini Indonesia RCB Dahor diundang sebagai perwakilan Balikpapan. Undangan ini tidak lepas dari peran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Balikpapan yang mengusulkan RCB Dahor sebagai perwakilan Balikpapan.

"Ini kebanggaan Pertamina karena dapat mengantarkan RCB Dahor ke event skala nasional. Harapannya, pusat sejarah Balikpapan ini dapat dikenal ke khalayak luas," ucapnya, dalam keterangan persnya, Selasa, 17 April 2018.

Pada pameran museum seluruh Indonesia ini, RCB Dahor akan membawa koleksi foto-foto koleksi yang ada. Booth yang dibuat selama pameran yakni 19-22 April  akan dibuat seperti di RCB Dahor. Rumah replikan akan dibuat semenarik mungkin.

Pameran tersebut digelar dalam rangka ulang tahun TMII ke-43. Adapun, rangkaian acara mulai dari workshop, demonstrasi, talkshow, dan pertunjukan seni. Lokasi kegiatan akan dilaksanakan di Gedung Sasana Kriya, TMII.

"Dari event ini, paling tidak bisa menarik kunjungan RCB Dahor lebih banyak lagi. Bagi saya sejarah ini patut dilestarikan. Bukan hal yang harus dikubur," tutur Ketua Pengurus RCB Dahor Didiek Anggrat.

 



(AHL)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360