Kenaikan Harga Minyak Dongkrak Penerimaan Negara dari PNBP

Suci Sedya Utami 17 Mei 2018 19:38 WIB
Kenaikan Harga Minyak Dongkrak Penerimaan Negara dari PNBP
Minyak DUnia (AFP/PHOTO SCOTT HEPPELL).
Jakarta: Kenaikan harga minyak dan komoditas dunia memberikan pengaruh positif bagi penerimaan negara. Hal itu tercermin dari lonjakan penerimaan negara bukan pajak (PNBP).

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyebutkan hingga akhir April, penerimaan PNBP mencapai  Rp109,901 triliun. Angka ini mengalami kenaikan yang sangat signifikan dibanding penerimaan pada periode yang sama tahun lalu yang Rp90,81 triliun, atau tumbuh 21 persen.

Ani sapaan akrab dirinya mengatakan, kenaikan capaian di PNBP terutama dikontribusikan dari sisi sumber daya alam (SDA) terutama minyak dan gas (migas).

"Kontribusi PNBP SDA Rp34,3 triliun atau 41 persen dari target kita, sementara untuk pendapatan SDA migas Rp35,3 triliun meloncat dari tahun lalu Rp24,2 triliun atau mencapai 43,9 persen, ini karena kenaikan harga minyak," kata Ani di Kemenkeu, Jakarta Pusat, Kamis, 17 Mei 2018.

Kenaikan harga minyak juga berdampak positif pada penerimaan perpajakan terutama dari pajak penghasilan (PPh) migas yang tercatat Rp21,1 triliun. Kenaikan realisasi PPh migas memang tidak terlalu sigifikan bila dibandingkan tahun lalu yang relatif sama yakni Rp20,9 triliun.

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini mengatakan secara umum penerimaan perpajakan yang sebesar Rp416,9 triliun mengalami kenaikan dibanding periode yang sama tahun lalu.

"Dibanding tahun lalu perpajakannya terkumpul sebesar Rp375 triliun," tutur dia.

Lebih lanjut, dengan kontribusi tersebut, maka penerimaan negara yang berhasil dikumpulkan pemerintah hingga akhir April sebesar Rp527,82 triliun atau 27,9 persen dari target dalam APBN 2018 sebesar Rp1.894,7 triliun. Sementara tahun lalu penerimaan negara di periode yang sama yakni sebesar Rp465,77 triliun.



 

(SAW)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360