Illustrasi. Dok : Pertamina.
Illustrasi. Dok : Pertamina.

Pertamina Klaim Jual Avtur Termurah di Bandara Soetta

Ekonomi pertamina
Suci Sedya Utami • 14 Mei 2019 16:08
Jakarta: PT Pertamina (Persero) membantah bahwa harga avtur menjadi penyebab tingginya harga tiket pesawat. Pertamina bahkan mengklaim menjual avtur dengan harga yang paling murah di Bandara Soetta, Cengkareng.
 
"Avtur kita di Cengkareng yang termurah karena banyak sekali maskapai di sana," kata Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati saat rapat kerja dengan Komisi VII DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, Selasa, 14 Mei 2019.
 
Nicke juga mengklaim bahwa harga avtur Pertamina sudah kompetitif dibandingkan dengan avtur yang dijual oleh badan usaha lain. Ia membandingkannya dengan avtur yang dijual di negara lain.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Misalnya saja semua avtur yang digunakan oleh maskapai penerbangan Garuda Indonesia di luar negeri pun diurus oleh Pertamina. Pertamina yang melakukan kesepakatan dengan penyedia avtur di negara tersebut sehingga mereka tahu harga yang dijual di negara luar.
 
"Dibandingkan dengan bandara lain kami masih kompetitif," tutur Nicke.
 
Nicke mengatakan harga avtur yang ditetapkan Pertamina selalu disesuaikan dengan formula harga minyak mentah Indonesia (Indonesian Crude Price/ICP). Lagi pula dia menambahkan harga avtur memberikan kontribusi bagi komponen atau struktur pembentukan harga tiket pesawat yakni sekitar 27 persen.
 
Sebelumnya Pertamina memutuskan untuk menurunkan harga jual avtur. Penurunan berlaku pada 16 Februari 2019, tepatnya pukul 00.00 WIB.
 
Media Communication Manager Pertamina Arya Dwi Paramita mengatakan penyesuaian ini menindaklanjuti Keputusan Menteri ESDM Nomor 17 Tahun 2019 tentang Formula Harga Dasar dalam Perhitungan Harga Jual Eceran Jenis BBM Umum Jenis Avtur yang Disalurkan Melalui Depot Pengisian Pesawat Udara.
 
Penurunan harga jual avtur, jelas Arya, dilakukan dengan mempertimbangkan rata-rata harga minyak dunia, nilai tukar rupiah, dan faktor lainnya. Keputusan tersebut diharap dapat mendongkrak industri penerbangan Tanah Air.
 
"Penurunan harga avtur ini juga merupakan bentuk dukungan Pertamina terhadap industri penerbangan nasional, yang diharapkan juga berdampak pada industri lainnya termasuk pariwisata," ungkap Arya dalam keterangannya, Jakarta, Jumat malam, 15 Februari 2019
 
Perseroan, tegas Arya, rutin mengevaluasi dan menyesuaikan harga avtur secara periodik, dua kali dalam sebulan. Untuk periode kali ini, harga avtur mengalami penurunan dibandingkan periode sebelumnya.
 
Sebagai contoh, harga avtur (published rate) untuk Bandara Soekarno Hatta Cengkareng mengalami penurunan dari Rp8.210 per liter menjadi Rp7.960 per liter. Harga ini lebih rendah 26 persen dibandingkan harga avtur (published rate) di Bandara Changi Singapura sebesar Rp10.769 per liter pada 15 Februari 2019.

 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif