Illustrasi. MI/Panca Syaukarni.
Illustrasi. MI/Panca Syaukarni.

PLTA Batang Toru Mampu Kurangi Emisi Karbon 1,6 Juta Ton/Tahun

Ekonomi kementerian esdm
Suci Sedya Utami • 03 Juli 2019 17:17
Jakarta: PT North Sumatera Hydro Energy (NSHE) mengkaim kehadiran Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Batang Toru bakal mengurangi dampak pencemaran lingkungan.
 
Senior Advisor Lingkungan PT NSHE Agus Djoko Ismamto mengatakan proyek pembangkit ini apabila telah beroperasi bisa menekan emisi karbon kurang lebih 1,6 juta ton dalam satu tahun. PLTA Batang Toru berasal dari energi bersih sehingga produk yang dihasilkan tidak menimbulkan dampak buruk bagi lingkungan.
 
"Dengan energi bersih ini kalau disetarakan mengurangi emisi karbon 1,6 juta ton. Ini susah membayangkannya," kata Agus saat halalbihalal di Jakarta, Rabu, 3 Juli 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Agus pun mengibaratkan upaya menekan emisi karbon dalam jumlah tersebut setara dengan menanamkan pohon saga di lahan seluas 120 ribu hektare (ha).
 
"Kalau mau menyerap itu (emisi) buatlah hutan seluas 120 ribu ha," tutur dia.
 
Dalam kesempatan yang sama Direktor of Communications and External Affairs NSHE Firman Taufick mengatakan selama tahun, penggunaan bahan bakar yang berasal dari fosil telah melepaskan karbondioksida dalam jumlah besar ke atmosfer. Efeknya menyebabkan polusi dan peningkatan emisi karnon yang memicu terjadinya perubahan iklim.
 
Hal tersebut harus diperbaiki sebab emisi karbon merupakan hal yang berbahaya. Oleh karenanya dia memandang penggunaan bahan bakar fosil harus diminimalisasi dan menggantinya pada energi terbarukan yang lebih ramah lingkungan, salah satunya mengedepankan PLTA.
 
"PLTA lebih baik untuk digunakan. Sebab polusi merupakan musuh bersama," jelas Firman.
 
Lebih jauh, proyek PLTA Batang Toru ditargetkan akan beroperasi secara komersial atau commercial operation date (COD) di tahun 2022. Saat ini progres pembangunan proyekberkapasitas 510 megawatt (4 x 127,5 MW) telah memasuki tahap konstruksi. Agus mengatakan progres konstruksi proyek yang diklaim ramah lingkungan ini baru mencapai 11 persen.
 
Adapun nilai investasi yang dibutuhkan untuk membangun proyek PLTA Batang Toru yakni mencapai USD1,68 miliar atau setara Rp237,7 triliun. Pendanaan tersebut berasal dari ekuitas perusahaan dan pinjaman.
 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif