Direktur Keuangan Pertamina Pahala Mansury (MI/PANCA SYURKANI)
Direktur Keuangan Pertamina Pahala Mansury (MI/PANCA SYURKANI)

Formula Baru Harga BBM Pengaruhi Kinerja Keuangan Pertamina

Ekonomi pertamina harga bbm
Suci Sedya Utami • 21 Mei 2019 06:15
Jakarta: PT Pertamina (Persero) mencatat formula baru terkait harga jual Bahan Bakar Minyak (BBM) yang dikeluarkan oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memengaruhi laporan keuangan perusahaan.
 
Direktur Keuangan Pertamina Pahala Mansury mengatakan laporan keuangan perseroan mesti diudit ulang oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) lantaran adanya formula penghitungan baru. Artinya perseroan belum bisa membuka laporan tersebut pada publik hingga saat ini.
 
"Laporan keuangan lagi dihitung ulang, sama BPK juga karena ada formula baru BBM dan berlaku surut dari 1 Januari 2018. Masuk perhitungan subsidi solar," kata Pahala, ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Senin, 20 Mei 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Perhitungan subsidi yang dimaksud yakni karena adanya formula baru yang artinya klaim subsidi Pertamina ikut berubah. Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar pernah mengatakan formula baru dinilai lebih efisien. Dalam artian, kewajiban pemerintah untuk menanggung atau membayarkan subsidi BBM akan lebih kecil.
 
"Formula baru lebih efisien. Saya enggak bisa bilang bahwa subsidi turun, tapi lebih efisien yang pasti," jelas Arcandra.
 
Sebelumnya, Menteri ESDM Ignasius Jonan menetapkan Keputusan Menteri ESDM Nomor 62 K/10/MEM/2019 tentang Formula Harga Dasar Jenis Bahan Bakar Minyak Tertentu dan Jenis Bahan Bakar Minyak Khusus Penugasan. Aturan ini ditetapkan pada 2 April 2019.
 
Penetapan ini untuk melaksanakan ketentuan Pasal 14 ayat 2 Peraturan Presiden Nomor 191 Tahun 2014 tentang Penyediaan, Pendistribusian dan Harga Jual Eceran Bahan Bakar Minyak sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Presiden Nomor 43 Tahun 2018.
 
Perpres itu tentang Perubahan atas Peraturan Presiden Nomor 191 Tahun 2014 tentang Penyediaan, Pendistribusian dan Harga Jual Eceran Bahan Bakar Minyak, serta dalam rangka penyesuaian formula harga dasar Jenis Bahan Bakar Minyak Tertentu dan Jenis Bahan Bakar Minyak Khusus Penugasan.
 
Dalam aturan anyar ini, harga dasar jenis BBM tertentu dan jenis BBM khusus penugasan ditetapkan berdasarkan biaya perolehan yang dihitung secara bulanan pada periode 25 sampai dengan 24 bulan sebelumnya, biaya distribusi, dan biaya penyimpanan serta margin.
 
Formula harga dasar untuk jenis BBM tertentu yang ditetapkan:
 
1. Minyak tanah (kerosene) dengan formula 102,49 persen Harga Indeks Pasar (HIP) minyak tanah (Kerosene) + Rp263 per liter.
2. Minyak solar (gas oil) dengan formula 95 persen HIP minyak solar (gas oil) + Rp802 per liter.
3. Sementara formula harga dasar untuk jenis BBM khusus penugasan jenis Bensin (gasoline) RON minimum 88 ditetapkan dengan formula 96,46 persen HIP Bensin RON minimum 88 + Rp821 per liter.
 

(ABD)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif