Menko Perekonomian Darmin Nasution. (FOTO: Medcom.id/Annisa Ayu)
Menko Perekonomian Darmin Nasution. (FOTO: Medcom.id/Annisa Ayu)

RI Jajaki Kerja Sama Mobil Listrik dengan Korsel

Ekonomi mobil listrik indonesia-korsel
Dheri Agriesta • 11 Desember 2018 14:30
Katowice, Polandia: Indonesia dan Korea Selatan (Korsel) mulai menjajaki kerja sama dalam pengembangan mobil listrik. Korea Selatan melalui Hyundai sepakat berinvestasi di Zona Ekonomi Industri Indonesia di Karawang.

Kesepakatan itu didapat usai Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan bertemu Menteri Lingkungan Hidup Korea Selatan Kim Eun Kyung di sela Konferensi Perubahan Iklim COP 24 di Katowice, Polandia.

"Kita sepakat dengan mobil listrik, lingkungan lagi kan, mengurangi penggunaan (bahan bakar berasal dari) fosil dan pembuatan lithium batrai," kata Luhut di Hotel Marriot, Katowice, Polandia, Senin malam, 10 Desember 2018.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?



Luhut mengatakan ada tiga negara yang menjadi unggulan dalam pengembangan dan pembuatan lithium baterai di dunia. Mereka adalah Jepang, Korea Selatan, dan Tiongkok. Padahal, bahan utama pembuatan lithium baterai merupakan nikel. Indonesia merupakan negara yang memiliki cadangan nikel terbesar di dunia.

"Modal utama lithium baterai itu adalah nikel, hampir 80 persen itu dari nikel dan lima persen dari cobalt, bahan dasar itu kita punya semua," kata Luhut.

Indonesia sebelumnya telah bekerja sama dengan Tiongkok dalam pengembangan lithium baterai yang menjadi bahan utama mobil listrik ini. Tiongkok, kata dia, bakal mulai groundbreaking pada 11 Januari 2019 di Morowali, Sulteng.

Pemerintah tak ingin hanya Tiongkok yang masuk mengolah cadangan nikel ini. Korea Selatan pun tertarik ikut dalam pengembangan baterai lithium, mobil listrik, dan pengolahan nikel Indonesia.

"Mereka insist juga ingin melakukan, sehingga penggunaan mobl listrik nanti mereka investasi Hyundai di Karawang, Bekasi, Purwakarta, Industrial Economic Zone itu, dan mereka mau investasi tahun depan, itu konkrit itu," pungkas Luhut.

 


(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi