Penandatanganan kontrak EPC ruang lingkup pembangunan kilang IBL maupun OSBL - - Foto: Medcom.id/ Suci Sedya Utami
Penandatanganan kontrak EPC ruang lingkup pembangunan kilang IBL maupun OSBL - - Foto: Medcom.id/ Suci Sedya Utami

Pertamina Gandeng Empat Partner Kembangkan Kilang Balikpapan Rp57,8 Triliun

Ekonomi kilang minyak pertamina
Suci Sedya Utami • 10 Desember 2018 11:21
Jakarta: PT Pertamina (Persero) telah mendapatkan partner untuk merancang konstruksi engineering, procurment and construction (EPC) pembangunan refinary development master plan (RDMP) atau revitalisasi Kilang Balikpapan.

Hal tersebut dibubuhkan dalam penandatanganan kontrak EPC ruang lingkup pembangunan kilang baik inside battery limit (IBL) maupun outside battery limit (OSBL). Penandatanganan kontrak ini akan menandai dimulainya pembangunan RDMP Balikpapan, setelah melalui proses lelang pada 15 Maret – 26 November 2018 dan telah diumumkan pemenangnya pada 30 November 2018. 

Direktur Megaproyek Pengelolaan dan Petrokimia Pertamina Ignatius Tallulembang mengatakan pembangunan RDMP Kilang Balikpapan akan dilakukan oleh joint operation empat perusahaan dalam dan luar negeri yakni SK Engineering & Construction Co. Ltd., Hyundai Engineering Co. Ltd., PT Rekayasa Industri  dan PT PP (Persero) Tbk. 
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?



"Dua internasional, dua lokal. Ini kombinasi yang baik dalam membangun kapabilitas untuk membangun kilang. Sehingga kita bisa dapat dua-duanya," kata Ignatius dalam konferensi pers di gedung Pertamina, Jakarta Pusat, Senin, 10 Desember 2018. Dirut Pertamina Nicke Widyawati mengatakan nilai kontrak pembangunan RDMP Balikpapan mencapai USD4 miliar atau setara Rp57,8 triliun untuk delivery pertama. Dengan tandatangan ini maka pembangunan akan bisa dimulai tahun depan dengan durasi pengembangan kilang selama 53 bulan hingga Agustus 2023. Target ini memang mundur dari perkiraan awal di 2021.

"Memang kilang ini mengalami keterlambatan. Namun lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali. Kita hari ini mulai tapi insyaAllah kita percepat tadinya 60 bulan menjadi 53 bulan. Kita harapkan bisa selesai di 2023," tutur Nicke.

Nicke menambahkan terkait partner untuk mengelola kilang tersebut memang masih dalam proses seleksi. Namun dipastikan meski ada partner nantinya Pertamina tetap memegang mayoritas pengelolaan.

"Kita enggak mau menunda pembangunan dengan menunggu partner untuk mengelola. Prosesnya kita lakukan paralel, jadi tetap bangun sambil menunggu patner pengelola," jelas Nicke.

Sebagai informasi penandatangan ini disaksikan oleh Menko Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno, Wakil Menteri ESDM sekaligus Wakil Komisaris Pertamina Arcandra Tahar, Komut Pertamina Tanri Abeng, serta Dirjen Migas Djoko Siswanto.


(Des)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi